2.622 Usulan Masuk Musrenbang RKPD, APBD Bondowoso Tahun 2021 Alami Defisit

97
Bupati Bondowoso KH Salwa Arifin saat memberikan sambutan dan paparan dalam Musrenbang RKPD di Pendopo

BONDOWOSO – Kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bondowoso tahun 2021 tetap mengalami defisit.

Pasalnya, proyeksi kemampuan APBD Kabupaten Bondowoso tahun 2021, yakni, pendapatan sebesar Rp 2,067 triliun sedangkan belanja sebesar Rp 2,401 triliun. Sehingga, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) mengalami defisit sebesar Rp 333 Miliar lebih.

Bupati Bondowoso, KH Salwa Arifin memastikan, defisit yang dialami Pemkab tidak akan mengganggu prioritas pembangunan daerah di Kabupaten yang dikenal sebagai daerah penghasil kopi ini.

Untuk menutupi defisit tersebut, tambah Bupati kelahiran Bondowoso ini, akan dilakukan efisiensi dengan mengurangi anggaran yang tidak terlalu prioritas.

“Kita ambil untuk menutupi program yang lebih prioritas. Atau juga bisa kita tutup dengan APBN atau donatur, atau mungkin dari dana CSR,” jelas KH Salwa usai membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2021, Kamis (12/3/2020), di Pendopo Bupati.

Di tempat yang sama, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bondowoso, Farida menyatakan, defisit anggaran yang dialami Pemkab sah-sah saja.

Dikatakannya lagi, dari semua usulan yang ada total terdapat 2.622 usulan. Menurut Farida, dari keseluruhan tersebut masih akan diklarifikasi, mana yang menjadi kewenangan daerah, provinsi serta pusat.

“Karena memang uang kita lebih sedikit daripada usulannya. Maka dari itu, APBD mengalami defisit. Namun dari semua usulan itu masih akan dipilah-pilah, mana yang menjadi prioritas rencana kerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Sehingga visi misi Pemkab bisa tercapai,” paparnya. (yudis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here