24 Ribu Warga Bondowoso Terimbas Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan

143
Kepala BPJS Kabupaten Bondowoso, Kemas K Rano

BONDOWOSO – Iuran peserta Badan Penyelengaraan Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan mengalami kenaikan tarif sebesar 100 persen sejak 1 Januari 2020 mulai dari kelas 1 hingga kelas 3.

Namun demikian, BPJS Kabupaten Bondowoso menyebut, bahwa hanya dua persen saja warga di kabupaten yang dikenal sebagai daerah penghasil kopi ini, yang terimbas akan kenaikan iuran tersebut.

“Dari total peserta BPJS kesehatan yang hampir 720 ribu jiwa, yang terimbas kenaikan iuran ini hanya dua persen warga Bondowoso saja atau sekitar 24 ribu jiwa. Itupun, mereka yang menjadi peserta BPJS mandiri. Dan kami yakin, rata-rata adalah orang mampu,” papar Kepala BPJS Kabupaten Bondowoso, Kemas K Rano, usai menerima kunjungan kerja Komisi IV, 

Sedangkan sisanya, dikatakan Kemas, merupakan peserta BPJS Kesehatan melalui program Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang biayanya ditanggung oleh pemerintah.

“Di Bondowoso, peserta BPJS Kesehatan melalui PBI yang dibiayai oleh Pemerintah Pusat sebanyak 507 ribu jiwa. Sedangkan, yang dibiayai oleh pemerintah daerah sebanyak 116 ribu jiwa. Jadi, totalnya 623 ribu jiwa yang iuran BPJS-nya ditanggung oleh pemerintah,” pungkasnya.

Untuk diketahui, rincian kenaikan iuran BPJS kesehatan, yakni, kelas III dari Rp25.500 perbulan menjadi Rp42.000, kelas II dari Ro51.000 menjadi Rp110.000. Sedangkan, untuk kelas I dari Rp80.000 menjadi Rp160.000. (yudis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here