74 Ribu Peserta BPJS PBI-JKN Dinonaktifkan, Sekda Syaifullah Minta Dinsos Data Ulang

321
Sekda Bondowoso, Syaifullah saat dikonfirmasi

BONDOWOSO – Sebanyak 74ribu peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI-JKN) di Kabupaten Bondowoso yang preminya ditanggung oleh APBN, dinonaktifkan sejak bulan Agustus 2019 lalu.

Dinonaktifkannya peserta BPJS PBI-JKN tersebut lantaran ada kebijakan pemerintah pusat, bahwa nama pesertanya harus masuk dalam Basis Data Terpadu (BDT).

Namun, dihapusnya puluhan ribu peserta BPJS PBI-JKN yang namanya tak masuk BDT itu masih menyisakan kekhawatiran dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso. Dikhawatirkan benar-benar ada masyarakat miskin didalamnya, sehingga tak bisa menikmati pelayanan kesehatan secara gratis.

Untuk itulah, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bondowoso, Syaifullah, meminta Dinas Sosial (Dinsos) agar berupaya memasukkan kembali ke-74ribu peserta BPJS PBI-JKN kedalam BDT dengan syarat dilakukan verifikasi dan validasi (verivali) kembali.

“Dinsos harus breakdown data-data ke kecamatan dan desa terlebih dahulu. Selanjutnya, camat, desa dan operator desa bisa melakukan pendataan ulang di lapangan,” jelasnya, Selasa (26/11/2019).

Sementara, Assisten II Pemkab Bondowoso, Agus Suwardjito mengatakan bahwa pihak Pemkab hanya memiliki waktu sekitar tiga minggu untuk melakukan verivali puluhan ribu warga yang namanya tak masuk BDT yang berakibat dinonaktifkan dari kepesertaan BPJS PBI-JKN.

“Nanti camat akan menggunakan tenaga PKH ataupun TKSK untuk mengawasi pendataan ulang yang dilakukan oleh Pemdes,” ungkapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Assisten I Pemkab Bondowoso, Agung Tri Handono mengatakan bahwa BDT di Kabupaten ini memang bermasalah, 12 November 2019 lalu.

“Ada ketidaksinkronan antara jumlah data yang dimiliki oleh BPJS dengan BDT. Yang mana, BPJS memiliki data dengan jumlah 574ribuan warga yang menjadi peserta PBI-JKN. Angka itu berbeda dengan BDT, yang tercatat hanya ada sekitar 451ribu warga miskin di Bondowoso,” pungkasnya. (yudis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here