Abdul Manan Sebut Limbah PG Prajekan Berdampak Negatif Bagi Masyarakat

638
Camat Prajekan, Abdul Manan saat dikonfirmasi

BONDOWOSO – Rencana Pemerintah Kabupaten Bondowoso dalam menjadikan Kecamatan Prajekan sebagai kawasan perkotaan, disinyalir akan berlangsung alot.

Pasalnya, Camat Prajekan mengklaim pabrik gula satu-satunya di Bondowoso yang ada di wilayah kerjanya tersebut, menghasilkan limbah polusi yang berpotensi merusak lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Bahkan, Abdul Manan, Camat Prajekan ini, meminta Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) untuk mengkaji ulang kelayakan operasi Pabrik Gula (PG) Prajekan.

“Selama saya berdinas dan memimpin Kecamatan Prajekan, banyak dampak negatif yang disebabkan oleh polusi dari PG Prajekan,” katanya saat dikonfirmasi di kantornya, Selasa (17/12/2019).

Oleh karena itu, dirinya akan mengkomunikasikan hal tersebut dengan General Manager PG Prajekan, serta berkoordinasi dengan DLHP dan Bappeda.

“Ya, mudah-mudahan bisa diperiksa di laboratorium DLHP, apakah limbah daripada PG Prajekan itu berbahaya apa tidak. Dan apabila berbahaya bagi masyarakat, ya tentu harus dikaji sesuai dengan undang-undang DLHP,” ungkapnya.

Dikatakan Manan, dampak negatif dari polusi yang dirasakan masyarakat, juga dirasakan oleh dirinya. Bahkan, hingga saat ini, banyak debu sisa dari pembakaran di PG tersebut masuk dan mengotori rumah Dinas Kecamatan.

“Terutama pada saat musim giling, asap yang dikeluarkan dari cerobong asap sangat menggangu, hingga suatu ketika saya bertemu dengan salah satu warga, kolam yang ia miliki airnya terasa perih jika terkena mata,” ujarnya.

Kendati demikian, dirinya tidak mengetahui apakah dari pihak PG Prajekan mau menganilisa atau menguji kelayakan terkait dampak polusi yang saat ini sangat meresahkan masyarakat di kawasan Prejakan itu.

“Kalau dari pihak PG mau mengkroscek ke masyarakat, ya silahkan. Bahkan, di rumah dinas saya sendiri saya tutup jendelanya, kalau tidak ditutup debu hasil kepulan asap pasti masuk,” tegasnya.

Sejauh ini, dirinya akan mengkomunikasikan dengan DLHP dan akan mengambil langkah-langkah lebih lanjut. Setidaknya, lanjut Manan, ada upaya bersinergi untuk mengatasi keluhan masyarakat setempat.

“Saya tidak bisa memastikan layak apa tidak, kita akan berkoordinasi dengan Dinas terkait, tapi secara kasat mata, informasi dari masyarakat memang berbahaya sekali,” tukasnya. (yudi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here