Ada Money Politik dalam Pilkada Bondowoso

1118
Ilustrasi

BONDOWOSO – Pencideraan terhadap marwah demokrasi di Kabupaten Bondowoso terungkap sebelum pencoblosan. Money politik untuk memenangkan salah satu pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati di wilayah Kecamatan Tlogosari, tepatnya di Desa Pakisan terungkap, Selasa (26/6/2018) malam.

Ironisnya, oknum yang diduga melakukan politik uang di Dusun Sukojawa Desa Pakisan Kecamatan Tlogosari ini, ternyata seorang staf Unit Pelayanan Teknis (UPT) Pengairan.

Sebut saja Yoyok Wagiono, warga RT 08 RW 02 Desa Pakisan, yang tertangkap tangan oleh salah satu tokoh masyarakat setempat, tengah membagi-bagikan uang pecahan Rp10 ribu kepada warga.

Dari jumlah uang sebanyak Rp 130 ribu, Yoyok mengaku jika dirinya sudah membagikan uang sebanyak Rp70 ribu kepada warga setempat. Bahkan, dirinya mengaku uang yang dibagikannya atas perintah dari Kepala UPT Pengairan Tlogosari, Titik Tarwati.

“Saya disuruh oleh ibu Titik untuk memberikan uang ini kepada warga, agar mencoblos salah satu pasangan calon bupati,” ungkapnya.

Sementara, Titik Tarwati Kepala UPT Pengairan ketika dikonfirmasi mengungkapkan, jika kejadian di Desa Pakisan bukanlah Operasi Tangkap Tangan (OTT) money politik.

Titik Tarwati, Kepala UPT Pengairan Tlogosari

“Kok bisa-bisanya kejadian tersebut dikatakan OTT dan money politik. Yang jelas bisa dikonfirmasi kepada Yoyok, jika yang bersangkutan bukan kena OTT, tetapi dipanggil ke Panwas,” katanya singkat, Rabu (27/6/2018) melalui sambungan teleponnya.

Bahkan, Titik Tarwati menampik jika dirinya terlibat. Kepada Bharata Online dirinya menerangkan jika kejadian di Desa Pakisan tidak ada sangkut pautnya dengan dirinya.

“Terkait perintah untuk memberikan uang tersebut, sama sekali tidak benar,” singkatnya.

Pencideraan demokrasi ini menjadi preseden buruk bagi Pemerintah Kabupaten Bondowoso yang dinilai tidak menjaga netralitas di lingkungan Aparatur Sipil Negara (ASN). Padahal, sanksinya sudah jelas diatur dalam Undang-Undang No 10 tahun 2016 Tentang Pilkada, pasal Pasal 187 A.

Sanksi pidana terhadap pelaku politik uang tidak saja dikenakan kepada pemberi tetapi juga dikenakan kepada pemilih sebagai penerima dengan ancaman pidana yang sama, paling singkat 36 bulan dan paling lama 72 bulan, dan denda paling sedikit Rp 200 juta dan paling banyak Rp 1 milyar.

Syamsul Hadi Merdeka

Praktik money politik di Desa Pakisan dibenarkan oleh Syamsul Hadi Merdeka, salah satu tokoh masyarakat setempat. Dirinya mengatakan jika tertangkapnya Yoyok bermula dari informasi dari masyarakat kepada dirinya.

“Saya mendapat laporan dari masyarakat, setelah saya kroscek ternyata benar dan ada rekamannya juga. Bahkan, bukan hanya Yoyok saja yang membagi-bagikan uang, ada beberapa teman-teman Yoyok yang membagikan uang kepada warga,” ungkapnya melalui sambungan teleponnya, Rabu (27/6/2018).

Selain itu, Syamsul Hadi juga membenarkan jika Yoyok diperintah oleh Kepala UPT Pengairan bernama Titik Tarwati. Bahkan, dirinya menyayangkan ada keterlibatan ASN dalam Pilkada Bondowoso.

“Hal itu benar. Saat ini semuanya masih proses. Soalnya, yang menerima dan menyampaikan pengakuan dari Yoyok masih terus dikonfirmasi,” tukasnya.

Mendalam, Syamsul Hadi sangat kecewa terhadap pencideraan demokrasi di Bondowoso. Bahkan, dirinya menilai jika money politik yang dilakukan oleh Yoyok sudah terkoordinir rapi untuk membeli suara rakyat.

“Saya sangat kecewa. Yoyok ini kan hanya salah satu korban yang disuruh. Tetapi yang diatasnya Yoyok sudah melakukan sebuah koordinasi. Ini yang saya sesalkan karena mencerminkan sikap yang tidak Pancasilais. Kok maunya suara masyarakat dibeli,” tegasnya.

Sampai berita ini diterbitkan, Panwascam Tlogosari belum bisa dkonfirmasi terkait sampai dimana proses pemeriksaan terhadap semua pihak yang terlibat dalam praktik money politik ini.

Seperti diketahui, hari ini masyarakat Bondowoso tengah memberikan aspirasinya untuk memilih pemimpin Bondowoso. Adapun yang maju dalamkontestan Pilkada Bondowoso saat ini adalah pasngan nomor urut 1 KH Salwa Arifin dengan H Irwan Bachtiar (SABAR) melawan pasangan calon nomor urut 2 Ahmad Dhafir dengan Hidayat (DHADA). (rizqi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here