Ambil Paksa Jenazah Covid-19, Dua Warga Dinyatakan Reaktif

22
Warga Desa Kemirian Kecamatan Tamanan saat membakar peti jenazah usai mengambil paksa jenazah Covid-19 tanpa APD lengkap

BONDOWOSO – Dua diantara 35 orang baik keluarga maupun warga Desa Kemirian Kecamatan Tamanan Kabupaten Bondowoso, dinyatakan reaktif setelah melakukan pengambilan paksa jenazah Covid-19 beberapa waktu lalu.

Hal tersebut disampaikan Juru Bicara (Jubir) Satgas Covid-19 Kabupaten Bondowoso, M Imron, Minggu (25/7/2021). Menurutnya, dua orang yang dinyatakan reaktif Covid-19 itu bukan dari pihak keluarga inti melainkan kerabat dari keluarga almarhum yang ikut kontak langsung saat pengambilan paksa jenazah dari ambulance.

“Kami sudah melakukan tracing dan testing kepada 35 orang. Dari hasil rapid antigen, dua dinyatakan reaktif,” jelasnya melalui siaran persnya.

Namun demikian, dua orang yang dinyatakan reaktif Covid-19 tersebut, dikatakan Imron, dalam keadaan baik, stabil serta tidak ada keluhan. Meskipun begitu, kedua orang itu tetap dalam pantauan petugas kesehatan.

“Isolasi mandiri dirumah masing-masing. Mungkin dalam minggu ini akan ditempatkan di ruang isolasi yang masih dipersiapkan petugas kecamatan,” pungkasnya.

Untuk diketahui, pada Jum’at (16/7/2021) malam, di Desa Kemirian Kecamatan Tamanan terjadi pengambilan paksa terhadap jenazah pasien Covid-19 yang masih berada dalam peti dan ambulance.

Bahkan, setelah mengambil paksa dengan cara mengepung ambulance, masyarakat ramai-ramai membakar peti jenazah. Serta, memakamkan jenazah tanpa protokol kesehatan. (yudis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here