Angka Perceraian di Bondowoso Terus Meningkat, Ini Penyebabnya

103
Ketua Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Bondowoso, Amiruddin saat dikonfirmasi awak media

BONDOWOSO – Tingginya angka perceraian di Kabupaten Bondowoso membuat jumlah janda dan duda terus bertambah.

Bahkan, menurut data yang disebutkan oleh Ketua Pengadilan Agama (PA) kabupaten setempat, Amiruddin mengatakan, angka perceraian setiap tahunnya selali meningkat.

Seperti dipenghujung tahun 2019 ini, sudah tercatat sdikitinya 2 ribu kasus perceraian.

“Sampai hari ini tercatat hampir 2.600 lebih, dan penyebab utamanya adalah masalah ekonomi,” ungkap Amiruddin usai meresmikan Gedung Kantor PA, Rabu (11/12/2019).

Selain faktor ekonomi, penyebab terjadinya perceraian dalam suatu keluarga, kata Amir, adalah masalah tempat tinggal, sehingga keharmonisan dalam rumah tangga terpecah berai.

“Selain itu, tempat tinggal juga menjadi faktor penting penyebab perceraian. Semisal, dari istri tidak mau menempati tempat tinggal dari sang suami, sehingga terjadilah percekcokan yang nantinya bisa menimbulkan perpecahan,” ujarnya.

Pada tahun kemarin, lanjut Amir, total angka perceraian mencapai kurang lebih 2.502 kasus perceraian yang sama-sama memiliki penyebab utama adalah ekonomi.

“ada penignkatan hingga seratus lebih. Akan tetapi, setiap pengajuan cerai yang kita tangani tetap kita berikan saran untuk damai antar kedua belah pihak, karena itu menjadi kewajiban mutlak kami,” tegasnya.

Untuk menekan agar berkurang angka perceraian, tambah Amir, pemerintah telah menentukan batas umur pada wanita untuk menikah, dan hal tersebut telah tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2019 tentang perubahan usia perkawinan.

“Hingga saat ini, selama dua bulan kemarin sudah ada pengajuan dispensasi untuk melangsungkan perkawinan, sesuai dengan perubahan Undang-undang itu,” pungkasnya. (yudi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here