Antisipasi Lonjakan Harga, Bulog Bondowoso Lakukan KPSH

110
Kepala Sub Bulog Divre Bondowoso, Dwiana Puspitasari didampingi dari unsur pertanian, Winarto dan Pihak Diskoperindag, Hartono saat melepas tim penjualan KPSH ke pasar (foto : yudi/bharata.co.id)

BONDOWOSO– Untuk menjaga kestabilan harga di pasaran, Badan Urusan Logistik Sub Divisi Regional (Bulog Divre) Kabupaten Bondowoso menggelar kegiatan Ketersediaan Pasokan Stabilitas Harga (KPSH) yang dilakukan secara serentak di Jawa Timur.

“Kegiatan KPSH ini kita untuk menjaga kestabilan harga serta mengantisipasi gejolak harga yang akan timbul,” ungkap Kepala Sub Bulog Divre Bondowoso, Dwiana Puspitasari usai melepas Tim Penjualan KPSH di halaman Kantor Bulog Divre, Rabu (25/9/2019).

Meski di Kabupaten Bondowoso belum terlihat gejolak kenaikan harga, tim Bulog terus menggencarkan kegiatan KPSH, karena ketersediaan stok beras yang ada di Bulog dirasa cukup.

“Memang untuk saat ini di Bondowoso masih belum ada gejolak-gejolak kenaikan harga, tetapi kita akan terus melakukan KPSH sebagai bentuk antisipasi lonjakan harga,” tuturnya.

Kendati demikian, dirinya tidak memungkiri jika pada saat musim kemarau tahun ini, hasil panen para petani mulai berkurang. Sehingga Bulog menginisiasi untuk melakukan KPSH yang dilakukan secara masif di seluruh Indonesia.

“Selain untuk mengantisipasi lonjakan harga, akhir-akhir ini panen sudah mulai berkurang, karena panen hanya spot-spot saja,” paparnya.

Dirinya menambahkan, jika penjualan KPSH menggunakan beras medium dilakukan di pasar-pasar dan permukiman masyarakat dengan menyediakan stok beras medium sebanyak 6.200 ton yang dirasa cukup untuk 5 bulan kedepan.

“Kita jadwalkan penjualan KPSH sampai dengan jam 10.00 Wib, akan tetapi hal ini juga tergantung dari respon masyarakat itu sendiri,” tukasnya. (yudi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here