Antisipasi Lonjakan Harga Sembako, Bulog Gelar Operasi Pasar

268
Antisipasi Lonjakan Harga Sembako, Bulog Gelar Operasi Pasar. (foto: Rizky - Bharata Bondowoso)
Bondowoso – Sebagai bentuk upaya menstabilkan harga bahan pokok di pasaran di bulan Ramadhan dan menjelang lebaran mendatang, Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) yang menggandeng Perum Bulog Subdivre Bondowoso, menggelar operasi pasar, Kamis (9/6/2016).
Operasi pasar tersebut, menurut Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Bondowoso, H Hidayat MSi, hanya ditujukan kepada masyarakat umum. “Operasi pasar ini diprioritaskan kepada pembeli. Bukan kepada pedagang,” ujarnya usai melakukan sidak di pasar Induk Bondowoso, Tamanan dan pasar Maesan.
Sekda juga memaparkan jika saat ini Bulog memasarkan 4 komoditi seperti beras, gula, tepung, dan minyak goreng. Hal tersebut dilakukan untuk menekan tingginya angka inflasi dan menstabilkan harga kebutuhan pokok.
“Ini kami lakukan sebagai upaya untuk menstabilkan harga jual 4 komoditi di pasaran,” imbuhnya.
Akan tetapi, lanjut Sekda, tingkat keberhasilan dari operasi pasar di Kabupaten Bondowoso terbilang rendah. Pasalnya, saat ini Bulog hanya menggelar operasi pasar di 2 lokasi saja, yakni di Pasar Induk Bondowoso dan pasar Tamanan. Bahkan, yang terjadi di lapangan, operasi pasar ini lebih menguntungkan bagi pedagang karena masih ada pedagang yang memonopoli produk operasi pasar Bulog.
“Kita harus lebih meningkatkan pengawasan agar produk yang dipasarkan dalam operasi pasar tepat sasaran. Jangan sampai produk operasi pasar dibeli oleh pedagang. Harus langsung kepada masyarakat,” ujar sekda.
Sementara, terkait penentuaan lokasi operasi pasar tersebut, Kata Kepala Perum Bulog Subdivre Bondowoso, M Zainal, atas petunjuk Disperindag Provinsi Jawa Timur.
“Saat ini ada 2 titik yang menjadi target operasi pasar. Yaitu Pasar Induk Bondowoso dan Pasar Tamanan. Itu kami lakukan atas Surak Keputusan (SK) dari Disperindag Provinsi Jawa Timur. Terkait pengawasan, pihaknya mengaku terkendala keterbatasan personil,” katanya.
Dalam operasi pasar ini, lanjut M Zainal, pihaknya tidak bisa membedakan mana pembeli dan mana pedagang.
“Kami melayani orang yang membawa uang untuk pembelian gula maksimal 2 Kg. Dan Bulog sendiri menyediakan sekitar 250 Kg beras, 850 Kg gula, 650 Liter minyak goreng dan 100 Kg tepung terigu untuk 1 titik lokasi operasi pasar,” pungkas Zainal. (rzq)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here