Antisipasi Poktan Fiktif, Dandim 0822 Bondowoso Cek Pupuk Sampai Tingkat Petani

665
Dandim 0822 Bondowoso, Letkol Inf Tarmudji

BONDOWOSO- Kelompok Petani (Poktan) di Kabupaten Bondowoso dikawal untuk meminimalisir penyelewengan penyaluran pupuk bersubsidi. Pengawalan ini, menyusul adanya keluhan dari beberapa petani di berbagai kecamatan yang mengaku kesulitan mendapatkan pupuk ditingkat pengecer.

Menurut Dandim 0822 Bondowoso, Letkol Inf Tarmudji, pengawalan yang dilakukan melibatkan seluruh Danramil dan Babinsa di semua wilayah, untuk mengecek langsung keberadaan Poktan dan penyaluran pupuk kepada petani.

Tak hanya itu, seluruh anggota Kodim 0822 Bondowoso juga diperintahkan untuk bisa memastikan pupuk bersubsidi sampai ke petani dengan harga sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET). Sehingga tidak terjadi lagi kelangkaan pupuk di tingkat pengecer yang sempat dikeluhkan oleh petani.

“Tugas TNI membantu secara maksimal dalam mengawasi pupuk bersubsidi. Jangan sampai ada penyelewengan yang bisa merugikan petani,” kata Dandim usai mengikuti kegiatan evaluasi alokasi pupuk bersubsidi di Pemkab Bondowoso, Jumat (29/9/2017).

Sebagai bentuk pengawalan, Dandim memerintahkan semua anggotanya untuk terjun langsung ke petani dan mengecek sejauh mana penyaluran pupuk tersebut kepada petani. Bahkan, Dandim akan mengecek semua kios pupuk, apakah pembukuan penyaluran pupuknya sudah sesuai dengan alokasi yang terlampir dalam Rencana Dasar Kebutuhan Kelompok (RDKK).

“Kami akan terjun langsung ke petani dan mengecek berapa jumlah pupuk yang didistribusikan kios dan seberapa besar pupuk yang dibutuhkan oleh petani. Alokasi dan kebutuhan pupuk harus klop seperti yang diajukan dalam RDKK. Kalau nggak klop, berarti ada hal-hal yang perlu kita luruskan,” tegasnya.

Dandim juga akan mengecek satu per satu keberdaan kelompok tani di Bondowoso. Pengecekan hingga ke kelompok tani ini dilakukan untuk mengantisipasi agar tidak ada oknum yang tidak bertanggungjawab dan menyalahgunakan pupuk bersubsidi.

“Benar nggak ada kelompok tani itu ada. Jangan-jangan ada kelompok tani yang fiktif. Ini yang perlu kita cek agar pupuk ini benar-benar tersalur kepada petani. Saya tegaskan, jangan sampai ada penyelewengan, permainan dan penimbunan,” tutupnya. (rizqi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here