Aplikasi Si Gaban Jadi Pusat Informasi Kebencanaan

6
Launching aplikasi Si Gaban ditandai dengan pemukulan kentongan oleh Bupati, Wakil Bupati, Kalaksa BPBD, dan Forkopimda

BONDOWOSO – Demi memudahkan penanganan bencana di Kabupaten Bondowoso, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melaunching aplikasi Sistem Informasi Tanggap Bencana (Si Gaban), di pendopo bupati, Selasa (26/4/2022).

Aplikasi ini terbilang mudah untuk dioperasikan melalui HP android. Cukup, download di play store dan didalamnya kita bisa mendapatkan berbagai fitur pendukung. Seperti fitur pengaduan masyarakat secara real time, terkait kebencanaan. 

Masyarakat bisa melaporkan berbagai bencana mulai dari banjir, tanah longsor, kekeringan, angin puting beliung dan lain sebagainya. Fitur ini diyakini memudahkan BPBD Bondowoso melakukan penanganan bencana karena pelaporannya akurat.

Launching tersebut ditandai dengan memukul kentongan oleh Bupati Bondowoso, KH Salwa Arifin bersama, jajaran Forkompinda dan Kepala Pelaksana BPBD secara bersamaan.

Dalam sambutannya, Bupati KH Salwa Arifin menyampaikan, salah satu fungsi dari aplikasi ini adalah media melapor bagi masyarakat, serta sebagai langkah awal bagi BPBD untuk menentukan penanganan apabila terjadi bencana. 

“Aplikasi ini juga berisikan peta rawan bencana. Sehingga memudahkan pemerintah dan masyarakat yang berada di wilayah Bondowoso untuk mengetahui ancaman bencana apa saja yang ada di wilayah mereka,” jelasnya.

Selain hal tersebut, Si Gaban juga berisi informasi penanganan bencana oleh BPBD Bondowoso dan informasi berbagai mitigasi bencana yang bisa dilakukan oleh masyarakat dalam mencegah terjadinya bencana.

“Semoga aplikasi ini bisa terus berkembang dan bermanfaat bagi masyarakat Bondowoso dan masyarakat yang akan berkunjung ke Bondowoso,” harapnya.

Usai launching, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bondowoso, Dadan Kurniawan mengungkapkan, kesiapsiagaan bencana perlu dibangun sejak dini, dan dimulai dari lingkungan terkecil.

Kesiapan masyarakat menghadapi ancaman menentukan besar kecilnya risiko dan dampak bencana yang akan diterima. “Upaya penanggulangan bencana bukan kerja sendiri melainkan tanggung jawab bersama,” pungkasnya. (rizqi)

Artikulli paraprakInsentif Guru Ngaji di Bondowoso Naik dan Cair Sebelum Lebaran
Artikulli tjetërDKR Pramuka Tamanan Santuni 163 Yatim Piatu

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini