Apresiasi Karya Seniman, Wabup Irwan: Nanti Pemkab akan Fasilitasi

18
Wakil Bupati Bondowoso, H Irwan Bachtiar saat berdiskusi dengan para seniman dari berbagai kota

BONDOWOSO – Wakil Bupati Bondowoso, H Irwan Bachtiar Rahmat, mengapresiasi Festival Kesenian Gerbong Maut (FKGM) di Gelora Pelita, yang diikuti oleh 101 seniman dari berbagai kota di Indonesia.

Menurutnya, sebagai wadah karya dari para seniman di nusantara tersebut, khususnya di Kabupaten Bondowoso, perlu mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab).

Pasalnya, selain menjadi sarana untuk menunjukkan kreatifitas para seniman khususnya para pelukis, Irwan Bachtiar menilai karya-karya lukisan yang dipajang di Gelora Pelita tersebut bisa menjadi ekonomi kreatif dan mempunya daya jual yang tinggi.

“Ini menjadi ekonomi kreatif dan destinasi wisata kesenian. Oleh karena itu kedepan harus di dukung dan dikembangkan,” jelas Wabup, Sabtu (28/6/2019) di sela-sela dirinya menjadi objek lukisan bagi para seniman.

Potensi seniman lukis, seniman rupa dan seniman lainnya bisa dibilang banyak di Bondowoso. Oleh karenanya jika para seniman tersebut bisa bergabung dalam sebuah komunitas, tentunya pemerintah akan memfasilitasinya.

“Nanti kalau sudah terbentuk komunitas kesenian di Bondowoso, kami akan hadir untuk memberikan bantuan, fasilitas, sarana dan prasarana bagi mereka,” terangnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Bondowoso, Harimas mengatakan, bahwa pihaknya juga mengamini apa yang menjadi keinginan Wakil Bupati untuk memberikan fasilitas kepada para seniman dalam mengkreasikan diri.

“Kami akan upayakan mendapat bantuan dari pusat untuk bangun yang namanya gedung kesenian. Namun, harus kita penuhi syaratnya dulu, yakni, dana pendampingan berupa lahan. Nanti saya akan sampaikan kepada Bupati, Wakil Bupati dan juga Sekda,” ungkapnya.

Sementara, menurut Sinung Sudrajat, sebagai dewan pengawas kesenian, menginginkan kegiatan pameran lukisan yang dikemas dalam sebuah acara Festival Kesenian Gerbong Maut (FKGM) yang bertajuk ‘jhaga’, ini tidak berhenti pada kegiatan seremonial saja.

“Harus terus dilanjutkan, dikembangkan dan difasilitasi. Maka dari itu, nanti perlu ada gedung seni budaya, yang harus disediakan oleh pemerintah, sebagai tempat untuk menampilkan semua karya dari para seniman,” tukasnya. (rizqi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here