Asisten II : Kuota Pupuk Bersubsidi Berkurang karena e-RDKK Molor

95
Asisten II Pemkab Bondowoso, Agus Suwardjito saat dikonfirmasi

BONDOWOSO – Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asisten II) Pemerintah Kabupaten Bondowoso, Agus Suwardjito menyebut pengurangan alokasi pupuk bersubsidi disebabkan oleh molornya pendataan e-RDKK yang dilakukan oleh Dinas Pertanian dan Peternakan (Diperta).

Alokasi pupuk bersubsidi yang seharusnya diterima oleh Kabupaten Bondowoso, adalah kurang lebih 40 ribu ton, akan tetapi saat ini hanya mendapatkan 21 ribu ton.

“Kendalanya e-RDKK. Jadi ,kita terlambat untuk mendapatkan alokasi karena perencanaan harus tahun kemarin untuk tahun sekarang, jadi kesedot oleh kabupaten lain, faktanya, e-RDKK baru tuntas saat ini,” ungkapnya usai Rakor bersama Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3 )di ruang rapat Sekretaris Daerah, Senin (20/7/2020).

Untuk itu, kata Agus, Pemkab akan melayangkan gugatan atau tuntutan kepada Pemerintah Pusat, untuk mendapatkan jatah alokasi pupuk bersubsidi yang seharusnya diberikan kepada Kabupaten Bondowoso dengan jumlah 40 ribu ton.

“Karena e-RDKK kita sudah tuntas, maka kita akan menuntut hak kita ke tingkat provinsi dan pusat,” ujarnya.

Selain itu, lanjut mantan Direktur RSUD dr Koesnadi ini, upaya yang kedua untuk meminimalisir terjadinya kelangkaan pupuk, pihaknya akan memanggil para distributor untuk melakukan pemantauan.

“Nanti kita akan pertanyakan pada para distributor pupuk, karena saat ini sudah ada yang jatahnya mulai habis. Nah, itu nanti kita pertanyakan kemana saja pengalokasian pupuknya,” tegasnya.

Lebih jauh, ia menambahkan jika Pemkab akan lebih inten dalam mengawasi pendistribusian pupuk bersubsidi, dengan melibatkan pihak kecamatan hingga pemerintah desa, agar benar-benar terpantau.

“Nanti kita upayakan sistim pengawasan berjenjang dengan meminta kepada Camat dan Kepala Desa untuk pengawasan berjenjang,” pungkasnya. (yudi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here