Bappeda dan KOMPAK, Mulai Verivali Data Kemiskinan di Bondowoso

157
Kepala Bappeda Bondowoso, Farida (tengah) bersama tim KOMPAK saat membuka acara lokakarya di resto Hotel Ijen View (foro : rizqi ardian/bharata.co.id)

BONDOWOSO – Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) bersama kolaborasi masyarakat dan pelayanan untuk kesejahteraan (KOMPAK) terus bersinergi untuk menyusun mekanisme prosedur verifikasi dan validasi data kemiskinan.

Verifikasi dan validasi data kemiskinan ini, merupakan kolaborasi Sistem Administrasi Informasi Desa (SAID), Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) dan Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG), menjadi satu program.

Farida, Kepala Bappeda Bondowoso mengatakan, tiga program ini nantinya akan dikolaborasikan menjadi one program, yang tidak hanya mendata kemiskinan saja, sekaligus kependudukannya dan layanan sosial apa yang telah diterima oleh masyarakat.

“Nantinya ada sistem yang kita ciptakan dengan KOMPAK, yang akan mendeteksi, apakah warga di Bondowoso benar-benar miskin, data kependudukannya bagaimana, dan telah menerima bantuan apa saja,” katanya usai membuka Lokakarya di Hotel Ijen View, Senin (14/10/2019).

Endingnya, Bappeda nantinya akan mengintegrasikan semua sistem dan program pengentasan kemiskinan yang akan ditanam di posko Tape Manis dan semua desa di Kabupaten Bondowoso. Sehingga menghasilkan sistem data terpadu yang bisa dijadikan dasar penyaluran bantuan dari pemerintah.

“Melalui posko Tape Manis ini, kita menerima semua pengaduan dari masyarakat dan kita padukan dengan sistem data terpadu. Data dalam sistem ini, akan menjadi dasar untuk mengintervensi kegiatan pemerintah. Jadi tidak ada lagi program bantuan kepada masyarakat yang salah sasaran,” terang mantan Kepala BPKAD ini.

Oleh karena itu, KOMPAK dan Bappeda tengah melakukan penguatan kepada operator di 10 desa yang tersebar di Kecamatan Wringin dan Cermee, sebagai pilot project pemutakhiran sistem data terpadu.

“Mereka dilatih dan siap menjadi narasumber, untuk mereplikasi apa yang mereka dapatkan kepada semua desa di Kabupaten Bondowoso. Mereka harus mampu menjadi guru, narasumber dan mendampingi desa lain,” ujarnya.

Pusat data dan informasi ini selama dua tahun ke depan akan menyajikan suatu data terpadu, kesejahteraan sosial, data kemiskinan yang semakin divalidasi untuk memastikan ketepatan program pengentasan kemiskinan.

Nantinya, KOMPAK akan menyediakan tandon data, yang akan diverifikasi oleh desa secara fokus dan lokus untuk mengentaskan kemiskinan di Kabupaten Bondowoso. (rizqi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here