Baru Dipasang, Instalasi AC RSU Dr Koesnadi Dibongkar Lagi

Diduga Perencanaan Kurang Matang

90
Outdoor AC di RSU Dr Koesnadi, sebelum dibongkar

BONDOWOSO – Perencanaan pekerjaan instalasi pendingin ruangan di RSU Dr Koesnadi Bondowoso, ditengarai kurang matang. Pasalnya, outdoor AC untuk gedung Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang baru terpasang, kini dibongkar kembali.

Selain itu, pemasangan AC yang kini dibongkar dan dipindah tersebut ternyata hanya atas keinginan pihak Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), tanpa diketahui oleh tim Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) rumah sakit.

Awalnya, 3 unit outdor AC terpasang di atas lantai, tepat pada ruangan yang informasinya akan dijadikan ruang tunggu pasien. Namun, oleh PPK diperintahkan kepada rekanan untuk memindahkannya, karena berisiko bagi pasien dan pengunjung rumah sakit.

PPK RSU Dr Koesnadi, Didik Purnawan, membenarkan jika outdoor AC tersebut dipindah, karena jika dibiarkan, udara panas yang dikeluarkan akan langsung mengenai para pasien.

“Secara logika, kalau hal itu saya biarkan, nanti akan tambah parah lagi dan nantinya akan menimbulkan panas. Jadi 3 unit outdoor AC tersebut kami pindah ke atas,” terangnya, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Rabu (3/7/2019).

Kondisi outdoor AC setelah dibongkar tanggal 2 Juli 2019

Terkait perencanaan, pekerjaan instalasi bernilai ratusan juta tersebut, diduga dan terkesan asal-asalan. Pasalnya, spesifikasi AC yang direkomendasikan oleh pihak rumah sakit hanya 1 PK saja.

Sedangkan, jarak outdoor AC dengan ruangan, sejatinya memerlukan pesifikasi AC yang lebih besar. Agar udara dingin yang dihasilkan bisa maksimal.

Jadi, untuk memaksimalkan pendingin ruangan, outdoor AC yang seharusnya dipasang di luar ruangan, oleh pihak rekanan akhirnya dipasang di dalam ruangan yang nantinya akan menjadi ruang tunggu pasien.

“Karena spesifikasinya hanya 1 PK, dan kalau (outdoor AC) dipasang di luar ruangan, maka terlalu jauh dan hasilnya tidak terlalu dingin. Maka kami suruh pasang di tempat tersebut,” jelas Didik Purnawan.

Didik Purnawan PPK RSU Dr Koenadi, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Rabu (3/7/2019).

Dirinya mengakui, jika pemasangan instalasi AC di ruangan IGD yang bakal diresmikan akhir bulan Juli 2019 ini, belum diketahui dan disetujui oleh tim Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI).

“PPI belum tahu, tapi kalau ini dibiarkan, nantinya akan menimbulkan panas. Bayangkan saja, satu unit yang kecil saja, sudah anget, apalagi ada 3 unit sebesar itu,” ungkapnya.

Padahal, semua pemasangan instalasi pendingin ruangan harus berdasarkan rekomendasi dari tim PPI rumah sakit, agar pekerjaan tersebut tidak dikerjakan dua kali. Bahkan, PPK menyebut jika rekanan menggunakan AC dengan kapasitas 1,75 PK.

“Spesifikasinya kan 1 PK, karena produk tersebut kosong pabrik, saya tidak mau tahu, sebelum tanggal 20 Juli harus terpasang. Jadi yang dipasang berukuran 1,75 PK,” pungkasnya.

Sekedar diketahui, seharusnya pihak rumah sakit merencanakan semua jenis pekerjaan, baik konstruksi maupun pengadaan secara matang, sebelum dikerjakan. Agar, semua pekerjaan yang dikontraktualkan, tepat guna dan tidak merugikan rekanan. (rizqi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here