Bazar Ramadhan di Bondowoso Targetkan Perputaran Uang Hingga Rp5 Miliar

195
Bupati Bondowoso, KH Salwa Arifin saat meninjau stand pedagang di Bazar Ramadhan 2019

BONDOWOSO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) serta Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) menggeliatkan ekonomi kerakyatan di bulan suci Ramadhan.

Melalui Bazar Ramadhan 2019, sebanyak 136 pedagang yang tergabung dalam sebuah paguyuban, berjualan di alun-alun Raden Bagus Aksa (RBA) Ki Ronggo menjelang buka puasa.

“Untuk tahun ini kita masih mampu mengcover 136 pelaku usaha, baik kuliner maupun fashion dan aksesoris untuk berjualan di Bazar Ramadhan tahun ini,” jelas Bupati Bondowoso, KH Salwa Arifin usai meninjau stand-stand yang disediakan oleh Pemkab Bondowoso, Selasa (7/5/2019).

Namun demikian, dikatakan KH Salwa Arifin, bazar tahun ini yang telah lima kali digelar, mampu mengcover lebih banyak pelaku usaha dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Kalau tahun kemarin, kita hanya mampu mengcover sebanyak 80 sampai 85 pelaku usaha. Itupun disepanjang jalan depan kantor Diparpora Kabupaten Bondowoso. Dan itu juga sangat menggangu pengguna jalan lainnya,” ungkapnya.

Sementara, Wakil Bupati (Wabup) Bondowoso, Irwan Bachtiar Rahmat yang ikut meninjau stand di Bazar Ramadhan ini mengatakan, bahwa pihaknya sangat mengapresiasi terlaksananya kegiatan tersebut.

“Saya sangat mengapresiasi terlaksananya bazar di bulan Ramadhan ini, karena tahun kemarin perputaran uang sampai kurang lebih Rp2,5 miliar. Itupun hanya 25 hari pelaksanaannya,” ungkapnya.

Karena perputaran uang yang sangat fantastis tersebutlah, lanjut Irwan, pihak Pemkab Bondowoso menjadi fasilitator serta mencoba melokalisir dan mensentralkan pelaksanaan bazar ini di alun-alun.

“Jika di depan Disparpora yang hanya mampu menampung sekitar 80 pelaku usaha, dalam kurun waktu 25 hari sudah bisa memutar uang melalui transaksi dan mencapai omset Rp2,5 miliar, bayangkan bila disini yang dapat menampung 136 pedagang dan perharinya rata-rata 1 stand dapat menghasilkan Rp2juta, sudah berapa perputaran uang yang dihasilkan melalui kegiatan seperti ini?. Kami targetkan, sebulan kedepan perputaran uang dalam bazar ini bisa mencapai Rp5 Miliar,” pungkasnya.

Kedepan, Pemkab Bondowoso akan terus memfasilitasi kegiatan yang dapat menggeliatkan ekonomi kerakyatan dengan memberikan tempat yang permanen serta pembinaan-pembinaan kepada pelaku usaha mikro.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here