Begini Cara Dinas PUPR Bondowoso Tingkatkan Kompetensi Juru Pengairan

69
Kepala Dinas PUPR Bondowoso, Munandar saat memberikan motivasi kepada peserta Bimtek

BONDOWOSO – Sebanyak 50 juru pengairan dari 5 UPTD Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bondowoso, mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi, di aula Dinas PUPR, selama 6 hari sejak 23 hingga 31 Maret 2021.

Tetap mengikuti protokoler kesehatan, para peserta dibagi menjadi 2 kelompok. Mereka semua dibekali materi pelatihan di kelas (teori) dan di lapangan, untuk mengaplikasikan teori yang didapatkan selama pelatihan di kelas.

Kepala Dinas PUPR, H Munandar mengatakan, pelatihan ini merupakan salah satu kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahun dari Program Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Sumber Daya Air.

“Bimbingan teknis OP Jaringan Irigasi tingkat juru ini pada dasarnya dilaksanakan guna meningkatkan kompetensi juru pada Dinas PUPR,” terangnya, Selasa (23/3/2021).

Dirinya berharap setelah mengikuti Bimtek tersebut semua juru mampu menciptakan peningkatan pelaksanaan operasi dan pemeliharaan secara optimal, mengingat saat ini curah hujan masih tinggi.

“Semuanya harus bergerak cepat untuk memantau salran irigasi, jangan sampai ada yang tersumbat. Selain itu semua juru di UPTD harus meningkatkan fungsi jaringan irigasi melalui evaluasi dan monitoring jaringan irigasi,” ujarnya.

Selain itu, peran juru di setiap UPTD harus bisa berinovasi guna meningkatkan kinerja untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya para petani.

“Juru harus bisa berbaur dengan masyarakat, teruatma petani. Mereka (petani) harus diberdayakan untuk lebih berperan aktif dalam pengelolaan jaringan irigasi. Sehingga ada simbiosis mutualisme antara juru dengan petani,” harapnya.

Seperti diketahui, dalam Bimtek tersebut menghadirkan narasumber Kepala Seksi Operasi Balai PSAWS Sampean Stail, Satrijo, SP yang juga praktisi mengenai operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi Dinas PU SDA Provinsi Jawa Timur. Adapun materi Bimtek, diantaranya materi umum mengenai eksploitasi dan pemeliharaan jaringan irigasi.

Dalam Bimtek ini, agar peserta juga bisa mencerminkan efektifitas dalam pencapaian tujuan pelatihan, maka dilakukan OJT (On The Job Training). OJT dilaksanakan selama 5 hari dua minggu setelah dilaksanakan bimbingan teknis di kelas dan lapangan.

Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa, materi dan output tugas yang merupakan gambaran data keseluruhan dari seorang juru pengairan, telah dikerjakan dengan tuntas dan pemahaman yang komprehensif. (rizqi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here