Bermodus Keluarkan Roh Jahat, Seorang Ayah Tega Cabuli Anak Kandungnya

36
Pria berinisial AS saat diperiksa oleh jajaran Reskrim Polres Bondowoso

BONDOWOSO – Pria berinisial AS (51) warga Desa Pancoran Kecamatan Bondowoso, akhirnya dibekuk oleh jajaran Polres Bondowoso, di Desa Sulek Kecamatan Tlogosari.

Pria paruh baya tersebut, diketahui buron selama hampir dua tahun, karena tersandung kasus pencabulan terhadap anak kandungnya sendiri.

Kapolres Bondowoso, AKBP Erick Frendriz mengatakan AS melarikan diri setelah ketahuan mencabuli anak kandungnya yang berusia 22 tahun, pada 13 Agustus 2018 silam.

“Pelaku baru saja tertangkap setelah dilaporkan tahun 2018 lalu. Dia cukup licin, karena sempat kabur ketika akan kami tangkap,” ujar Kapolres melalui keterangan tertulisnya kepada Bharata Online, Rabu (19/8/2020).

Usai ditangkap, pelaku akhirnya menceritakan perbuatan bejatnya, dengan modus berawal dari anaknya yang meminta dikerokin.

Namun, tak berselang lama, pelaku pun memperkosa anaknya yang mengeluh pusing dan tak sadarkan diri.

“Saat sang anak terbangun, pelaku sudah mencabuli anak kandungnya itu,” jelas Kapolres.

Kasatreskrim Polres Bondowoso, AKP Agung juga menjelaskan kronologi dan modus tersangka yang tega memperkosa anak kandungnya sendiri.

Pria berinisial AS tersebut, mengelabui korban dengan mengatakan bahwa anaknya tengah dirasuki mahluk halus.

“Pengakuan tersangka, anaknya ini sempat diberitahu oleh AS, bahwa di badan korban terdapat roh jahat yang menempel,” kata Kasatreskrim.

AKP Agung menerangkan, kejadian pencabulan yang terjadi dua tahun lalu itu berawal dari anaknya yang minta dikerokin pada pelaku. Kemudian, dengan alasan ada roh jahat yang menempel, pelaku meminta korban berbaring di atas kasur.

Kemudian, AS meminta korban memejamkan mata untuk dibacakan doa-doa. Namun, korban yang sempat mengeluh “pusing pa” itu, justru tak sadarkan diri. Saat korban terbangun, pelaku sudah dalam kondisi berada di samping korban.

“Pelaku sempat membaca doa-doa untuk korban, doa-doa agar roh jahat di badan korban pergi,” ujarnya.

Mengetahui hal tersebut ibu korban melaporkannya ke Polisi. Setelah memeriksa beberapa saksi Polisi hendak menangkap pelaku namun yang bersangkutan berhasil melarikan diri.

“Atas perbuatannya pelaku terancam dijerat dengan pasal 46 UU RI No. 23 tahun 2004 tentang PKDRT subs pasal 285 KUHP dengan hukuman 12 tahun penjara,” pungkasnya. (hms/rzq)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here