Berpotensi Sebabkan Kanker, Ranitidin Ditarik dari Peredaran

173
Kepala Dinas Kesehatan, Mohammad Imron saat dikonfirmasi

BONDOWOSO – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bondowoso menarik obat bermerk Ranitidin dari peredaran di apotik dan Puskesmas.

Hal tersebut dilakukan karena obat ranitidin ini mengandung bahan yang berpotensi memicu kanker.

Penarikan tersebut dilakukan setelah diketahui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Amerika, bahwa Ranitidin mengandung bahan yang bisa menimbulkan penyakit kanker jika dikonsumsi berlebihan. 

“Sesuai dengan edaran BPOM, kita melakukan langkah-langkah menarik Produk Ranitidin yang ada di Puskesmas dan apotek agar tidak diedarkan, kita lakukan pengamanan dulu,” urai Mohammad Imron Kepala Dinkes Bondowoso, Senin (14/10/2019).

Ia mengatakan, sebelum adanya surat edaran dari BPOM tentang Ranitidin, di Bondowoso sendiri banyak tersebar berbagai jenis produk yang dijual oleh apotek.

“Bentuknya macem-macem, ada yang berbentuk tablet, suntikan dan lain-lain,” tuturnya.

Ia mengatakan, penarikan Obat tersebut dilakukan secara bertahap, dan telah dilakukan sejak dikeluarkannya surat edaran dari BPOM untuk tidak lagi menggunakan Produk Obat Ranitidin.

Kendati demikian, Imron juga menegaskan kepada lapisan masyarakat yang terlanjur mengkonsumsi produk Ranitidin diharuskan sesuai dengan resep dokter.

“Kita lakukan secara berjenjang, kita tarik yang dari Puskesmas dulu, kemudian ke fasilitas kesehatan yang lain,” tukasnya.

Seperti diketahui, perintah penarikan sejumlah  produk Ranitidin berawal dari peringatan US Food and Drugs Administrasion (US FDA) dan European Medicine Agency (EMA).

Pada 13 Sepetember lalu, lembaga pengawas obat di AS dan Eropa tersebut mengeluarkan peringatan tentang temuan Cemaran Nitrosodimethylameni (NDMA). (yudi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here