Bondowoso Bersedekah Pungli? Pj Sekda : Tidak Ada Paksaan

64

BONDOWOSO – Gerakan Bondowoso Bersedekah dengan menempatkan kotak amal yang diletakkan di beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD), ramai diperbincangkan masyarakat.

Bahkan, mendapat tanggapan dan dituding sebagai Pungutan Liar (Pungli) yang dilakukan oleh pihak eksekutif. Tanggapan serta tudingan tersebut keluar dari seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bondowoso beberapa waktu lalu.

Namun demikian, Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bondowoso, Soekaryo menampik tudingan Gerakan Bondowoso Bersedekah sebagai Pungli yang dilakukan oleh pihak eksekutif, dalam hal ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat.

Menurutnya, Gerakan Bondowoso Bersedekah dengan menempatkan kotak amal di beberapa OPD bahkan di kantor Sekretariat Daerah (Setda) tersebut jauh dari apa yang ditudingkan oleh beberapa pihak waktu lalu.”

Dikatakan Pungli jika caranya memaksa yang dilakukan oleh seseorang atau lembaga, pastinya dengan niat yang tidak baik. Gerakan Bondowoso Bersedekah ini kan tidak ada kata paksaan,” tegasnya, Selasa (5/1/2021), di Setda Kabupaten Bondowoso.

Dikatakannya lagi bahwa, Gerakan Bondowoso Bersedekah itu dilaksanakan atas dasar serta mengacu kepada Peraturan Bupati (Perbup) nomor 42a tahun 2019 tentang gerakan, tanggap dan peduli masyarakat miskin di Kabupaten Bondowoso.

Bahkan, menurut Soekaryo, gerakan tersebut juga mengacu kepada Peraturan Menteri Sosial (Permensos) nomor 15 tahun 2017 pasal 11 dan 18, tentang petunjuk pelaksanaan pengumpulan dan penggunaan sumbangan masyarakat bagi penanganan fakir miskin.

“Keatas lagi, ada Peraturan Pemerintah (PP) nomor 16 tahun 2015, tentang tata cara pengumpulan dan penggunaan sumbangan masyarakat bagi penanganan fakir miskin serta Undang-undang (UU) nomor 13 tahun 2011 tentang penanganan fakir miskin,” papar Pj Sekda Bondowoso ini.

Sedangkan untuk penyaluran hasil dari Gerakan Bondowoso Bersedekah ini, dikatakannya, disetor kepada Program Tape Manis yang nantinya akan berkolaborasi dengan instansi Pemkab yang menangani fakir miskin.

“Nantinya, penyaluran benar-benar kepada masyarakat yang dikategorikan miskin di Bondowoso,” pungkas Soekaryo. (Yudis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here