Bondowoso Ijen Fly Fun 2019 Digelar, Ini Keluhan Atlit Paralayang

95
Ike Ayu Wulandari, Atlit Paralayang Asean Games

BONDOWOSO – Infrastruktur jalan menuju lokasi take off puncak Megasari Kecamatan Ijen, dikeluhkan oleh para peserta Paralayang yang turut serta pada ajang tahunan Bondowoso Ijen Fly Fun 2019.

Keluhkan tersebut dilontarkan oleh Ike Ayu Wulandari, Atlit Paralayang Asean Games yang diundang untuk turut meramaikan Bondowoso Ijen Fly Fun 2019 ini.

Menurutnya, infrastruktur jalan menuju tempat take off di Puncak Megasari yang masih belum teraspal dan berdebu ini, sangat tidak layak.

“Jalan yang belum teraspal, sebenarnya menjadi kendala buat para penyuka olahraga yang membutuhkan skill khusus ini. Kalau di daerah lain hanya membutuhkan 15-20 menit, disini kita bisa menempuh perjalanan hingga 30-40 menit untuk bisa sampai ke lokasi take off,” ungkapnya, Minggu (28/7/2019).

Salah satu ruas jalan menuju puncak Megasari yang masih berdebu dan menjadi keluhan atlit paralayang

Sementara, Ketua umum Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Paralayang Bondowoso, Sinung Sudrajad mengakui, bahwa fasilitas umum serta fasilitas pendukung lainnya untuk menuju puncak Megasari sangat minim sekali. Karena hal tersebutlah, dirinya mengatakan, bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso berkomitmen akan menyempurnakan kekurangan tersebut.

“Memang kalau tadi kita naik ke lokasi take off, itu jelas sangat tidak memadai. Dimana sangat sedikit jalan beton dan jalan cor-coran, itupun sudah rusak. Terlalu banyak jalan tanah, bebatuan dan kanan kiri tebing. Ketika itu tidak segera dibenahi, ya mungkin itu menjadi kendalanya temen-temen menuju ke lokasi,” paparnya.

Untuk penyempurnaan fasilitas yang minim itu, menurut Sinung, akan dikerjakan oleh Pemkab Bondowoso secara bertahap ditahun 2019 ini.

“Mutlak harus ada perbaikan akses jalan puncak Megasari di anggaran tahun 2020,” pungkas politisi PDI-P Bondowoso ini. (yudis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here