Bondowoso Lawan Covid-19, Penutupan Objek Wisata Diperpanjang

119
Kepala Disparpora Harry Patriantono (kiri) bersama Kepala Bidang Pariwisata, Adi Sunaryadi saat Rakor perpanjangan penutupan destinasi wisata di Bondowoso

BONDOWOSO – Berdasarkan Surat Edaran (SE) Bupati Bondowoso, nomor : SE/283/430.9.2/2020, tentang himbauan tindak lanjut pencegahan penyeberan Corona Virus Disease (Covid-19), penutupan seluruh destinasi wisata, baik yang dikelola oleh pemerintah, desa maupun swasta, diperpanjang.

Penutupan seluruh destinasi wisata ini, awalnya diberlakukan hingga tanggal 31 Maret 2020. Namun, dengan mempertimbangkan penyebaran dan dampak Covid-19 yang semakin luas, penutupan tersebut diperpanjang, sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Bondowoso. Melalui Kepala Bidang Pariwisata, Adi Sunaryadi menegaskan kepada semua pengelola objek wisata di Bondowoso untuk mematuhi Surat Edaran Bupati KH Salwa Arifin.

“Berdasarkan Surat Edaran sebelumnya, semua destinasi wisata ditutup sejak 17 Maret hingga 31 Maret 2020. Namun, dengan memperhatikan Kepres, Maklumat Kapolri, SK Kepala BNPB RI, SE Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, SK Gubernur Jatim, SK dan SE Bupati Bondowoso, penutupan tersebut diperpanjang sampai batas yang belum ditentukan,” terangnya, Selasa (31/3/2020).

Selain menutup semua layanan destinasi wisata, dirinya juga mengimbau kepada semua pelaku dunia pariwisata agar menunda acara atau kegiatan yang bersifat mengumpulkan orang banyak. Hal ini, menurutnya menjadi formula untuk mencegah penularan Covid-19.

“Bukan berarti kegiatan yang sudah direncanakan digagalkan. Hanya saja ditunda waktunya, sampai virus Corona ini berlalu dari Bondowoso,” tambahnya.

Sebagai bentuk partisipasi dalam mencegah penyebaran Covid-19, lanjutnya, Kabid Pariwisata juga mengimbau kepada seluruh pelaku usaha pariwisata untuk memperketat aturan physical distancing, sebagaimana termaktub dalam Surat Edaran Bupati Bondowoso nomor : SE/144/430.9.2/2020, sampai batas waktu yang belum ditentukan.

“Kalau sebelumnya sosial distancing, kini semua pelaku pariwisata harus memperketat physical distancing, yaitu jaga jarak atau jaga jarak aman dan disiplin untuk melaksanakannya. Dengan tetap berada di rumah, kita jaga jarak dan disiplin melakukannya baik di tempat umum, maupun di dalam rumah tangga,” imbaunya.

Sebelumnya, Adi Sunaryadi menjelaskan jika Disparpora menutup dan memberikan imbauan di tempat-tempat yang berpotensi menimbulkan bertumpuknya orang seperti rumah makan, restoran dan tempat nongkrong.

“Pemkab Bondowoso mulai memerintahkan tempat yang berpotensi menjadi lokasi temuan, ditutup hingga tanggal 5 April mendatang. Jadi Kami harus menutup cafe, restoran, rumah makan, angkringan, warung kopi dan sejenisnya,” ungkap Adi Sunaryadi.

Seperti diketahui, Disparpora selaku pemangku kebijakan telah mulai mengirim Surat Edaran larangan tersebut ke enam puluh rumah makan dan sejenisnya. Bahkan, jika masih tetap tidak ada reaksi apapun, meski surat edaran sudah dilayangkan, tentu yang bergerak melakukan penertiban adalah institusi kepolisian. (rizqi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here