Bondowoso Relakan PAD, Demi Keselamatan Masyarakat

Wabup Irwan : PAD yang didapat tak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan, apabila ada lonjakan kasus covid-19

104
Kawah Wurung, salah satu objek wisata andalan di Kabupaten Bondowoso (foto diambil sebelum masa pandemi Covid-19)

BONDOWOSO – Penutupan objek wisata di Kabupaten Bondowoso di masa pandemi covid-19 dan selama cuti bersama hari raya Idul Fitri tahun 2021, memang berdampak pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata.

Namun, Pemerintah Kabupaten Bondowoso sendiri lebih memilih untuk mengantisipasi penyebaran covid-19 dan keselamatan masyarakat, ketimbang menambah pundi-pundi PAD.

Hal tersebut dikatakan oleh Wakil Bupati Bondowoso, Irwan Bachtiar Rahmat, usai menggelar pers conference evaluasi tingkat kehadiran Aparatur Sipil Negara (ASN) pasca cuti lebaran, di peringgitan Pendopo Bupati, Senin (17/5/2021).

“Kami tidak menginginkan ada peningkatan kasus covid-19 seperti di India. Dan Alhamdulillah banyak daerah yang mengikuti langkah Kabupaten Bondowoso untuk menutup tempat-tempat wisata,” katanya.

Pemkab sendiri bersama Satgas Penangangan covid-19 tidak menginginkan kejadian tahun lalu, terulang kembali. Dimana peningkatan kasusnya melonjak pasca liburan dan cuti bersama.

“Tahun lalu, lonjakan kasus tidak terkendali, itu yang kita antisipasi. Utamanya di wisata-wisata air, seperti kolam renang dan lainnya. Makanya, itu yang menjadi dasar kita untuk menutup seluruh objek wisata di Bondowoso,” tegas Wabup.

Memang dari segi PAD, bisa dikatakan Pemkab Bondowoso merugi, melihat saat ini masih ada beberapa kabupaten yang membuka objek wisatanya. Namun, hal tersebut, menurut Wabup Irwan, keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama.

“Kita lebih mengutamakan keselamatan masyarakat. Karena PAD yang didapat tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan apabila ada gelombang kedua peningkatan kasus covid-19 ini,” paparnya.

Menanggapi hal tersebut, Pemkab memberikan imbauan kepada masyarakat, untuk tetap di rumah, tetap menerapkan protokoler kesehatan. Semua yang pemerintah lakukan, lanjut Wabup Irwan, semata-mata untuk keselamatan masyarakat.

“Ini bentuk perhatian dan kepedulian pemerintah kepada masyarakat, agar penyebaran covid-19 di Kabupaten Bondowoso tidak seperti di India,” tutupnya. (rzq)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here