BPBD Jatim Tinjau Pembangunan Bronjong di Kecamatan Ijen

132
Pihak BPBD Jatim bersama OPD Kabupaten Bondowoso saat meninjau lokasi pemasangan bronjong di Desa Sempol kecamatan Ijen

BONDOWOSO- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur meninjau lokasi pembangunan penguatan bronjong dan normalisasi saluran air sungai di dua desa di Kecamatan Ijen, Kamis (12/3/2020).

Sebelum melakukan peninjauan, BPBD Provinsi Jatim juga melakukan rapat evaluasi tanggap bencana daerah bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten Bondowoso.

Menrut Plt Kepala Bidang(Kabid) Kedaruratan dan Logistic pada BPBD Provinsi Jatim, Satrio Suseno mengatakan, pengerjaan proyek penunjukan langsung ini sudah dikerjakan sesuai dengan Rancangan Anggaran Belanja (RAB) oleh OPD yang menangani.

“Intinya kita harapkan pengerjaan proyek ini dikerjakan semaksimal mungkin, jangan sampai melebihi batas waktu yang telah ditentukan,” ungkap Satrio.

Dirinya mengatakan, pasca terjadinya bencana banjir bandang yang menimpa dua desa di Kecamatan Ijen tersebut, BPBD Jatim berserta BPBD Bondowoso setempat meminta kepada seluruh masyarakat di kawasan Ijen untuk selalu berhati-hati dan selalu waspada.

“Kalau banjir bandang yang di Bondowoso ini kan sudah ada sejak tahun 2015 lalu, 2018 dan terakhir tahun 2020. Kami menghimbau agar masyarakat berhati-hati dan menjaga keselamatan, paling tidak secara pribadi, karena 35 persen hanya kemampuan selamat dari diri sendiri, petugas hanya membantu,” paparnya.

Dengan adanya pembangunan darurat tanggap bencana ini, kata Satrio, guna untuk mengantisipasi terjadinya banjir yang tidak dapat ditebak kapan datangnya, sehingga didalam pembangunan tersebut bisa bermanfaat bagi keselamatan warga.

“Kami berharap masyarakat juga bersama-sama memelihara pembangunan ini karena dengan bangunan ini setidaknya bisa mengurangi luapan air yang masuk ke permukiman warga,” ujarnya.

Ditempat yang sama, Plt Kepala Dinas PUPR, Munandar mengemukakan, proses pengerjaan penguatan bronjong dan normalisasi saluran air sungai saat ini telah dikerjakan 65 persen.

“Untuk pembangunan telah melebihi target, yang target kita 45 persen saat ini malah mencapai 65 persen, jadi sebelum masa tanggap darurat bencana dipastikan sudah selesai,” katanya.

Dari proses pengerjaan yang telah dilakukan oleh Dinas PUPR, total berjumlah 9 titik lokasi pembangunan, sehingga pihak PUPR selaku leding sektor optimis bisa selesai tepat waktu.

“Yang kita kerjakan ada 9 titik lokasi, dimana pembangunan ini sebagai bentuk antisipasi kita jika sewaktu-waktu terjadi banjir lagi,” tutupnya. (yudi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here