Bupati Bondowoso Sampaikan Batas Wilayah, Ini Penjelasan Kabag Pemerintahan

136
Juni Sukarno Kabag Pemerintahan Setdakab Bondowoso, ketika dikonfirmasi di ruang kerjanya

BONDOWOSO – Bupati Bondowoso, KH Salwa Arifin menyatakan bahwa penegasan batas wilayah antara Kabupaten Bondowoso dengan Probolinggo, Jember, Situbondo dan Banyuwangi telah rampung dilaksanakan.

Hal tersebut disampaikan orang nomor satu di Bondowoso ini saat memberikan sambutan pada Rapat Paripurna tentang Penetapan 7 Raperda di aula Graha Paripurna gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat, Selasa (25/6/2019).

“Penegasan batas wilayah antara Kabupaten Bondowoso dengan Probolinggo, Jember, Situbondo dan Banyuwangi sudah dilaksanakan. Untuk 16 subsegmen kesepakatan dengan Banyuwangi, masih ada 1 subsegmen yang belum ada persetujuan antara kedua belah pihak,” ungkap KH Salwa Arifin.

Sementara, Kepala Bagian (Kabag) Pemerintahan Sekretariat Daerah (Setda) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso, Juni Sukarno menjelaskan, bahwa penegasan batas wilayah dengan tiga Kabupaten, yakni, Probolinggo, Jember dan Situbondo telah rampung terlebih dahulu.

“Batas wilayah dengan Probolinggo, Surat Keputusan (SK) dari Kemendagri sudah turun. Sedangkan, dengan Jember dan Situbondo SK-nya masih dalam proses di Kemendagri,” kata Juni, panggilan akrab Kabag Pemerintahan ini, saat dikonfirmasi dikantornya.

Sedangkan, penegasan batas wilayah antara Kabupaten Bondowoso dan Banyuwangi, lebih lanjut Juni menyatakan bahwa, dari 16 subsegmen yang harus disepakati antara kedua belah pihak ini sudah ada 10 subsegmen yang sudah mencapai kata sepakat terlebih dahulu.

“Untuk sisanya, yakni 6 subsegmen berikutnya, alhamdulillah hanya tinggal 1 subsegmen yang belum mencapai kata sepakat. 5 subsegmen tersebut mencapai kesepakatan setelah ada dialog antara kedua pimpinan dari dua Kabupaten tersebut,” paparnya.

Dikatakan Juni, 1 Subsegmen yang belum disepakati antara dua Kabupaten ini berada di wilayah Kecamatan Ijen, yakni Paltuding dan kawah Ijen.

“Tentang 1 subsegmen ini, nantinya masing-masing Kabupaten harus mengumpulkan data dan dokumen yang diperlukan untuk menentukan batas wilayah. Seperti jumlah penduduk, masyarakat paling banyak memiliki KTP dari Kabupaten mana. Ya kita mencari win win solution lah untuk subsegmen yang belum mencapai kesepakatan ini,” pungkasnya. (yudis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here