Bupati KH Salwa dan DRD Ajak Puluhan Guru Ngaji di Bondowoso Berdiskusi

67
Bupati Bondowoso KH Salwa Arifin saat memberikan sambutan dalam acara FGD di pendopo

BONDOWOSO – Pemerintah Kabupaten Bondowoso terus meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) guru ngaji. Hal ini dilakukan, mengingat kontribusi guru ngaji dalam menggalakkan pendidikan karakter melalui lembaga keagamaan, sangat diperlukan oleh pemerintah.

Menyikapi hal itu, puluhan guru ngaji dari berbagai wilayah Bondowoso mengikuti FGD (Focus Group Discussion). Bertajuk “Peran Pemerintah Daerah dalam Meningkatkan Kualitas SDM Guru Ngaji Melalui Pelatihan dan Pembinaan” para guru ngaji ini diharapkan bisa membantu pemerintah dalam membentuk karakter anak.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Dewan Riset Daerah (DRD) itu, dibuka langsung oleh Bupati Salwa Arifin, didampingi oleh Sekretaris Daerah Syaifullah, di Pendopo Bupati, Kamis (27/2/2020). Bahkan dalam kesempatan tersebut, Ketua DRD juga hadir bersama puluhan guru ngaji.

Dalam sambutannya, Ketua DRD Kabupaten Bondowoso, Imam Thahir, menjelaskan jiksa saat ini muncul keluhan beberapa bulan sebelumnya terkait metode mengajar ngaji. Dimana dari 5.435 guru ngaji di Bondowoso, metode mengajar ngaji yang digunakan berbeda-beda.

Di sisi lain, di era majemuk ini penting sekali untuk menjadi bagian dalam mengawal dan menjaga Al quran melalui proses belajar mengajar di Mushollah dan Masjid.

“Saat ini banyak metode baru yang sudah dikembangkan. Sehingga percepatan pemahaman dan pembacaan Al quran bisa disaksikan di Bondowoso. Karena itulah, kami juga mencoba mendiskusikan dengan guru ngaji melalui FGD ini, untuk menyempurnakan metode yang ada,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Salwa Arifin, mengatakan, meningkatkan SDM ribuan guru ngaji menjadi sangat penting. Karena, memang ada bermacam-macam metode cara mengajar yang digunakan oleh guru ngaji. Yakni menggunakan metode mengajar membaca Al quran dengan cara modern maupun tradisional.

Karena itulah, untuk penyempurnaan metode yang ada ini dilakukan diskusi bersama, agar ada kesamaan. Sehingga manakala ada generasi muda mengaji di masjid yang satu dengan yang lain, memiliki waktu yang sama dalam meningkatkan kemampuan membaca Al quran.

“Saya ingin ada kesamaan. Tapi bukan berarti kita menafikan metode yang lama,” paparnya.

Dalam kesempatan itu pun, Bupati Salwa mengungkapkan apresiasinya terhadap guru ngaji yang dinilai bukan hanya mengajarkan cara membaca Al quran. Namun juga memberikan pembinaan akhlak, dan pendidikan karakter. “Karena itulah, pemberian insentif guru ngaji yang nilainya Rp 1,5 juta per tahun, dinilainya masih perlu ditingkatkan lagi. Tolong nanti dikaji agar ada peningkatan lagi,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here