Bupati Salwa Apresiasi Penyembelihan Ribuan Hewan Qurban di Ponpes Al-Ishlah

23
Bupati Bondowoso, KH Salwa Arifin saat meninjau proses penyembelihan hewan qurban di Ponpes Al-Ishlah

BONDOWOSO – Seperti tahun-tahun sebelumnya, perayaan hari raya Idul Adha di lingkungan Pondok Pesantren Al- Islah Desa Dadapan Kecamatan Grujugan Kabupaten Bondowoso, selalu diwarnai dengan penyembelihan ribuan hewan qurban.

Untuk perayaan tahun ini, Ponpes Al-Ishlah menyembelih 1.493 ekor kambing dan 173 ekor sapi. Daging dari hewan qurban ini kemudian dibagikan kepada 25 ribu penerima dari Kabupaten Bondowoso, Jember, Lumajang, Banyuwangi, Situbondo, Madura, Pasuruan, Lamongan dan Bangil.

Penyembelihan hewan qurban di Ponpes Al-Ishlah ini mendapat apresiasi dari Bupati Bondowoso, KH Salwa Arifin. Pasalnya, Ponpes Al-Ishlah tetap mengedepankan protokoler kesehatan Covid-19 selama proses penyembelihan hewan qurban.

“Yang terpenting saat ini, selain kita berqurban, harus tetap mengedepankan protokoler kesehatan. Ini luar biasa, juga tentang jumlah hewan qurban yang ada di Ponpes Al-Ishlah, merupakan jumlah terbesar. Informasinya se Indonesia kurban terbanyak di Al-Ishlah ini,” kata Bupati dalam sambutannya, Jumat (31/7/2020).

Sementara, Pengasuh Ponpes Al-Ishlah KH Thoha Yusuf Zakaria, Lc menjelaskan, pihaknya telah berusaha melaksanakan imbauan pemerintah untuk menjalankan protokol kesehatan, demi mencegah penyebaran virus Corona atau Covid-19 saat membagikan daging kurban.

“Setiap masyarakat yang masuk mengambil daging kurban, harus disemprot cairan disinfektan dulu, cuci tangan, diukur suhunya, dan mereka harus menjaga jarak satu sama lain,” jelasnya.

Dan juga, para penerima pun diwajibkan memakai masker. Namun tak hanya masyarakat kata Pengasuh Ponpes Al-Ishlah itu, dari panitia penyembelihan hewan kurban juga wajib menjalankan protokol kesehatan.

Kyai Toha menambahkan, pihaknya telah mengerahkan petugas untuk mengurai kerumunan. Namun, rendahnya kesadaran masyarakat membuat petugas kewalahan mengaturnya. Bahkan, bagi penerima yang berasal dari luar kota, pihaknya berupaya untuk mengirim daging kurban tanpa harus datang ke lokasi.

“Bahkan ada satu di Bondowoso yaitu Desa Gadingsari yang memang tidak kita bolehkan untuk datang kesini. Karena kita merasa disana itu masuk zona yang tidak boleh keluar ke wilayah. Dan kita memproteksi diri kita dan masyarakat yang ada disini,” pungkasnya. (rzq/**)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here