Bupati Salwa: Jangan Campuradukan Politik dengan Bantuan Guru Ngaji

600
Bupati Salwa Arifin saat dikonfirmasi usai memberikan pemaparan di acara Pra Verivali Data guru ngaji di pendopo

BONDOWOSO– Bupati Bondowoso, KH Salwa Arifin menghimbau kepada seluruh Kepala Desa agar tidak mencampuradukan masalah pendataan guru ngaji dengan politik.

“Data guru ngaji ya harus tetap didata, jangan melihat soal politiknya. Siapapun itu kalau memang aktif di guru ngajinya ya harus didata,” urai Bupati saat dikonfirmasi usai memberikan pemaparan pada acara pra verivali guru ngaji dan lembaga pendidikan keagamaan di Pendopo Bupati, Rabu (13/3/2019).

Menurut Bupati, Jangan karena hal perbedaan politik, dari data yang sebenarnya seorang guru ngaji mendapatkan bantuan, lantaran karena perbedaan politiknya yang bersebrangan, kemudian tidak dimasukkan dalam data.

“Saat ini memang rawan seperti itu, karena beda pandangan politik mereka (Guru ngaji) tidak didata dan akhirnya tidak dapat bantuan. Jadi, apapun itu politiknya ya tetap dia itu seorang guru ngaji, bantuan harus tetap sampai,” tegasnya.

Bahkan, bupati mewanti-wanti kepada para kepala desa yang sengaja tidak mengindahkan himbauan tersebut, akan memberikan sanksi tegas.

“Kita akan berikan sanksi sesuai tingkat kefatalan yang dilakukan, akan tetapi jika masalah yang dibuat oleh kepala desa parah, kita bisa pecat nanti,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here