Bupati Salwa Serahkan Santunan Kepada Keluarga Korban Banjir

6
Bupati KH Salwa Arifin didampingi Sekda saat berkunjung Pondok Pesantren Nurul Falah

BONDOWOSO – Rasa empati Bupati Bondowoso, KH Salwa Arifin atas meninggalnya salah seorang santriwati Pondok Pesantren Nurul Falah, di Desa Jeruk Sok Sok, Kecamatan Binakal, yang menjadi korban banjir pada, Rabu 4 Maret lalu, perlu menjadi contoh.

Bupati yang juga pengasuh Pondok Pesantren Manbaul Ulum Desa Tangsil Wetan ini, menunjukkan sosok seorang ulama yang senantiasa mengayomi para santri. Hal dibuktikan dengan hadirnya orang nomor wahid di Bondowoso ini, untuk memberikan santunan kepada keluarga Hilda, salah satu santriwati yang meninggal karena terseret arus banjir, Jumat (6/3/2020).

Bupati Salwa yang turun langsung ke lokasi bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Syaifullah tersebut mengucapkan bela sungkawa yang mendalam atas meninggalnya santriwati Ponpes Nurul Falah.

“Kami sampaikan belasungkawa kepada keluarga Ponpes dan keluarga korban. Mudah-mudahan diberikan ketabahan. Ini sebagai ujian, ke depan diharapkan ada antisipasi untuk terhindar dari bencana,” katanya. 

Sebagai upaya antisipasi terjadinya banjir susulan, kedepan Pemkab Bondowoso akan melakukan identifikasi penyebab banjir tersebut.

“Akan kami lakukan pembangunan, agar tidak terjadi banjir lagi. Sedangkan untuk bangunan yang terimbas, kami akan mengupayakan bantuan pembangunan bangunan yang jebol akibat tanah longsor dan banjir,” terangnya. 

Sementara itu, Ustadz Gunawan, Kepala Biro Pendidikan Pondok Pesantren Nurul Falah, mengatakan, pihaknya saat ini sedang memperbaiki bangunan Ponpes santriwati yang runtuh akibat banjir itu. Pembangunan dilakukan melalui  swadaya di tengah-tengah masyarakat, dan sejumlah bantuan yang masuk dari Baznas, Pemerintah Desa dan lainnya. 

“Kalau kerugian ya sekitar Rp 30 juta. Tapi yang membuat kita berpikir panjang karena lokasi ini menjadi langgananan banjir. Sehingga ini menjadi catatan untuk kita,” ujarnya. 

Pasca terjadinya banjir ini, seluruh santriwati yang berjumlah sekitar 70 orang dipulangkan terlebih dahulu. Untuk menghilangkan trauma, dan keluarga yang wali santriwati juga meminta hal serupa. 

“Ya kemungkinan satu minggu. Tapi, proses belajar mengajar santriwati pun tetap,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, banjir setinggi sekitar 75 cm menerpa Desa Jeruk Sok Sok pada Rabu kemarin (4/3/2020). Banjir yang terjadi sekitar jam 15.00 WIB itu mengakibatkan dua orang santri terseret arus deras. Salah satu santriwati bernama Hilda (14) meninggal dunia. 

seorang santriwati Pondok Pesantren Nurul Falah, Desa Jeruk Sok Sok, Kecamatan Binakal, tewas terseret arus banjir, Rabu (4/3/2020). Santriwati yang masih duduk di bangku kelas 8, MTS Nurul Falah itu, ditemukan dalam kondisi tak bernyawa setelah warga mencari hingga dua jam. (rizqi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here