Camat Prajekan Gerak Cepat Tangani Masalah Warga Miskin

115

BONDOWOSO -Mendengar ada informasi jika warganya yang berada di garis kemiskinan dan tak tersentuh program pengentasan kemiskinan, Camat Prajekan bersama Muspika Kecamatan datang mengunjungi satu keluarga di RT 9 RW 4 Desa Bandilan Kecamatan Prajekan.

Seperti yang dituliskan oleh Camat Prajekan, melalui pesan Whatsappnya Abdul Manan mengatakan, informasi adanya warga Desa Bandilan yang sakit dan tak mampu berobat, sempat ramai di media sosial menjadi cambuk bagi kami untuk segera mengambil tindakan.

“Setelah mendengar informasi tersebut, kami langsung mengambil tindakan dan berkoordinasi dengan pihak Puskesmas Prajekan untuk segera memberikan perawatan dan pengobatan kepada keluarga miskin tersebut,” katanya, Rabu (13/6/2019).

Usai berkoordinasi, Camat Prajekan beserta staf mengajak Kepala Puskesmas Prajekan dan jajarannya untuk mengunjungi kediaman Sutiyo (49) yang bekerja sebagai petani/pekebun bersama isterinya Umyati (44), serta kediaman Tidjo (79) yang keseharian bersama isterinya Surahja (75) hanya bekerja sebagai petani dan pekebun.

“Kami bersama Muspika dan pihak Puskesmas langsung menuju lokasi rumah tangga yang kala itu 3 anggota keluarganya sakit selama bertahun-tahun dan belum sembuh, sementara untuk berobat, mereka semua kesulitan biaya karena terkendala kondisi ekonomimya yang lemah,” jelas Manan.

Secara gamblang, Camat Prajekan ini menjelaskan, Sutiyo berdasarkan diagnosa dokter, dirinya menderita sakit saraf dan sudah menyerang otak serta mengalami tuli sekitar 3 tahunan.

“Sedangkan, anak Sutiyo yang masih berusia 10 tahun, menderita sakit jantung bawaan (sejak lahir). Selain itu, ibu mertuanya mata kanannya tidak bisa melihat sejak lahir,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Camat Prajekan menepis informasi jika keluarga Sutiyo selama ini belum mendapatkan pelayanan dari pihak manapun. “Jadi tidak benar kalau ada info bahwa keluarga Sutiyo tidak pernah mendapatkan sentuhan pelayanan dari pihak manapun. Karena selama ini petugas yang ada  sudah berusaha memberikan pelayanan yang terbaik sesuai dengan kemampuan dan tingkatan kelas pelayanannya,” ungkapnya.

Sebenarnya, lanjut Camat, keluarga Sutiyo selama ini sudah mendaftar sebagai keanggotaan BPJS mandiri kelas 2, beserta 3 orang anggota keluarganya. “Namun, karena Sutiyo sakit dan tidak bisa mencari nafkah, maka selama 3 tahun ini, tidak bisa membayar iuran BPJS, sehingga kartu kepesertaan BPJS nya tidak bisa dipakai untuk berobat,” tambahnya lagi.

Kendati demikian, pihak Puskesmas tidak tinggal diam, dan terus memberikan pelayanan gratis kepada Sutiyo beserta anak-anaknya yang saat ini sakit menahun. Bahkan, selama ini sudah terjalin komunikasi dan persaudaraan yg sangat baik antara keluarga Sutiyo dan perawat puskesmas, karena seringnya memberikan pelayanan kesehatan gratis.

“Hanya saja, pelayanan kesehatan yang diberikan kepada keluarga Sutiyo adalah pelayanan dasar sesuai dengan kelas dan tingkatannya di Puskesmas, sedangkan untuk penyakit yang diderita oleh keluarga Sutiyo dibutuhkan pelayanan lanjutan dan hrs dirujuk ke rumah sakit,” tuturnya.

Oleh karena itu, saat ini pihak kami bersama Muspika Kecamatan Prajekan usai meninjau langsung ke lapangan tentang kronologi keluarga Sutiyo, camat segera melaporkan hal tersebut kepada Wakil Bupati Irwan Bachtiar Rahmat, memberikn saran kepada Puskesmas Prajekan agar melaporkan keadaan keluarga Sutiyo kepada Kepala Dinas Kesehatan.

Selain itu, berkoordinasi dengan pihak terkait untuk percepatan penangan dan pelayanan kesehatan, memberikan bantuan keuangan, dan mengupayakan serta memfasilitasi pengurusan perubahan status kepesertaan BPJS dari kepesertaan BPJS mandiri ke kepesertaan PBID, berkoordinasi dengan Baznas agar diusulkan bantuan jadup secara berkelanjutan, melakukan langkah-langkah lain yang terukur dan prosedural kepada pihak-pihak terkait untuk menjamin hak-hak keluarga Sutiyo agar mendapatkan pelayanan kesehatan secara optimal.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here