Chikungunya dan DBD meningkat, Dinkes Bondowoso Kehabisan Anggaran

98
Petugas fogging saat melakukan pengasapan di Desa Taal

BONDOWOSO – Peningkatan kasus penyakit yang disebabkan oleh Nyamuk pada tahun 2016 di Bondowoso meningkat dibanding dengan tahun 2015 kemarin.

Peningkatan ini membuat Dinas Kesehatan (Dinkes) Bondowoso kehabisan anggaran untuk melakukan pencegahan melalui pengasapan (fogging) sejak bulan September 2016. Hal ini disebabkan karena jumlah penderita DBD dan chikungunya bertambah.

“Kami mendapat anggaran untuk fogging Rp270 juta dan tambahan Rp90 juta dari PAK. Semuanya habis karena tahun ini sudah ada 1.040 kasus DBD di Bondowoso dengan 7 angka kematian. Kali ini lebih banyak dari tahun kemarin,” kata Kepala Bidang P2PL Dinas Kesehatan Bondowoso, dr Arif Sudibyo, Kamis (22/12/2016) melalui sambungan teleponnya.

Menjelaskan anggaran yang telah habis terpakai, semuanya dialokasikan untuk pencegahan penyakit yang disebabkan oleh nyamuk. Anggaran ini menurutnya, tidak bisa diprediksi lebih atau kurang, karena jumlah penderita DBD dan Chikungunya di Bondowoso kadang bertambah dan berkurang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here