Dam Bluncong Rampung Dibangun, Ini Evaluasi Komisi III DPRD Bondowoso

313
Rombongan Komisi III DPRD Bondowoso bersama Sekretaris PUPR, Mulyadi saat meninjau DAM Bluncong di Desa Pandak

BONDOWOSO – Memasuki tahun 2020, Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bondowoso melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi proyek milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). 

Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui sejauh mana serapan anggaran serta proses pengerjaannya. Sidak kali ini, tertuju pada pekerjaan Dam Bluncong yang terletak di Desa Pandak Kecamatan Klabang dan pengaspalan jalan di Desa Botolinggo.

“Sidak kali ini kita lakukan untuk mengetahui kenyataan di lapangan, apakah sudah terlaksana 100 persen atau belum. Selain itu, apakah anggaran yang dialokasikan untuk proyek yang dikerjakan di tahun 2019 terserap semua atau tidak,” ungkap Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bondowoso, Kukuh Rahardjo saat dikonfirmasi usai sidak, Kamis (9/1/2020).

Dikatakan politisi partai berlambang pohon beringin ini, setelah dilakukan sidak, untuk pengaspalan jalan di Desa Botolinggo tidak ada yang perlu dievaluasi untuk pengerjaannya. Namun, dirinya menegaskan bahwa harus ada evaluasi pada pekerjaan pembangunan Dam Bluncong di Desa Pandak.

“Ternyata disana memang banyak kekurangan yang memang tidak dianggarkan, jadi bukan tidak dibangun. Itu yang menjadi bahan evaluasi kita,” jelas Kukuh.

Kekurangan yang tidak dianggarkan itu, imbuhnya, yang pertama adalah pembangunan groundsill pada bangunan yang lama. Hal itu, menurut kukuh, akan berdampak pada bangunan baru yang telah rampung.

“Itu harus segera dianggarkan. Jika itu dibiarkan, tanahnya bisa tergerus. Dan itu sudah terlihat, dimana bangunan yang baru sudah banyak yang retak,” ungkapnya lagi.

Kemudian, disampaikan Kukuh, bahan evaluasi yang kedua adalah perlunya anggaran untuk pembangunan jembatan yang menghubungkan Desa Pandak dengan desa Walidono serta Cangkring. Menurutnya itu adalah kebutuhan dan hal yang sangat penting bagi masyarakat disekitar Dam Bluncong itu.

“Harus segera terakomodir. Bisa dianggarkan pada PAK tahun 2020 atau APBD induk tahun 2021,” tukasnya.

Sementara, Sekretaris Dinas PUPR, Mulyadi mengatakan, evaluasi yang disampaikan oleh pihak Komisi III DPRD Bondowoso tersebut akan segera ditindaklanjuti.

“Bangunan baru yang retak itu serta groundsill akan dianggarkan melalui pemeliharaan rutin. Sedangkan, untuk pembangunan jembatan yang menghubungkan desa Pandak, Cangkring dan Walidono itu akan kita anggarkan ditahun 2020 ini. Tetapi, hanya sebatas jembatan yang bisa dilewati untuk kendaraan roda dua saja karena itu memang bukan jalan umum,” pungkasnya. (yudis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here