Dana Kelurahan di Bondowoso Belum Bisa Dicairkan, Ini Kendalanya

297
Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bondowoso, Agung Trihandono saat dikonfirmasi

BONDOWOSO – Kelurahan di Kabupaten Bondowoso bakal mendapatkan kucuran dana yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) layaknya desa yang mendapatkan dana desa.

Untuk nominalnya, setiap kelurahan akan mendapatkan kucuran Dana Kelurahan (Dakel) sebesar Rp699 juta per tahunnya. Nominal tersebut sama dengan besarnya dengan dana desa terkecil, yang diterima oleh desa di kabupaten berjuluk Republik Kopi ini.

Namun demikian, dikatakan Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bondowoso, Agung Trihandono, bahwa pihak Pemkab masih kebingungan untuk segera mencairkan dana tersebut.

Pasalnya, menurut pria yang juga masih menjabat sebagai Asisten I Pemkab Bondowoso ini, ada kebijakan baru dari Pemerintah Pusat terkait Dakel.

“Sebenarnya di APBD awal, sudah kita siapkan untuk Dakel sebesar Rp699 juta per kelurahan. Tapi, ada kebijakan baru lagi bahwa Dakel disetiap daerah akan mendapat transfer dari pusat sebesar Rp325 juta hingga Rp350 juta, tergantung dari kelas masing-masing kelurahan,” jelas Agung Trihandono di Pemkab Bondowoso, Rabu (27/3/2019).

Lantaran kebijakan tersebut, dijelaskan Agung, hingga kini pihaknya belum bisa mencairkan Dakel yang telah disiapkan dari APBD awal, seperti rencana Pemkab Bondowoso di tahun 2018 silam.

“Kemarin kita akan merealisasikan Dakel yang bersumber dari APBD, tetapi masih ada pertanyaan-pertanyaan yang belum kita sepakati. Apakah setelah dana transfer yang dari pusat itu turun, dana yang berasal dari APBD ini bisa juga direalisasikan,” ungkapnya.

Meski demikian, Agung menegaskan bahwa Dakel yang akan diserahkan kepada Kelurahan tersebut bakal tetap diberikan pada tahun 2019 ini.

“Secepatnya,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here