Desa Sukowono Kini Jadi Kampung Duren Pertama di Bondowoso

476
1. Wakil Bupati Bondowoso, Irwan Bachtiar saat menyerahkan prasasti kepada Kades Adi Wijaya sebagai tanda telah dikukuhkannya Desa Sukowono Kecamatan Pujer sebagai Kampung Duren

BONDOWOSO – Melimpahnya buah durian di Desa Sukowono Kecamatan Pujer Kabupaten Bondowoso, menjadi inisiasi bagi pemerintah desa setempat, bersama ketua Gapoktan yang didukung penuh oleh Pemerintah Kabupaten Bondowoso untuk mengukuhkan diri sebagai Kampung Duren, Sabtu (23/3/2019).

Sentra berbagai jenis durian ini, menurut Kepala Desa Sukowono, Adi Wijaya SPd, menjadi ikon baru bagi Bondowoso khususnya bagi masyarakat Desa Sukowono. Menurutnya, pengukuhan Kampung Duren ini akan berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat.

“Ini merupakan inovasi dari semua pemuda, karang taruna dan semua masyarakat Desa Sukowono. Karena, kami menilai pembangunan bukan hanya berfokus kepada infrastruktur, akan tetapi Sumber Daya Manusia (SDM) pemuda disini harus ditingkatkan, agar membawa dampak positif dalam peningkatan ekonomi di desa kami,” kata Kades yang masih berusia muda ini.

Selain mengukuhkan Kampung Duren, Kades yang akrab dipanggil ‘Si Bungsu’ ini, juga berinovasi untuk membangun pemuda di desanya. Bahkan, kendati baru menjabat 1 tahunan sebagai pemimpin di Desa Sukowono, dirinya bertekad untuk kerja, kerja dan kerja.

“Saya terus meminta bantuan dan bimbingan daru Bupati, Wakil Bupati, Camat, teman-teman Kades, dan dukungan dari semua pemuda serta warga Desa Sukowono, untuk terus bekerja dan mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat disini,” harapnya.

Sementara, Wakil Bupati Bondowoso Irwan Bachtiar menekankan agar launching Kampung Duren, jangan hanya dijadikan jargon semata. Akan tetapi dirinya berharap ada dukungan dari Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) agar menjadi denstinasi wisata bagi para penikmat durian.

“Semua potensi Desa Sukowono, harus dijadikan kampung destinasi wisata. Bukan sebatas melihat pohon durian, akan tetapi bisa menarik wisatawan untuk datang, memetik langsung dan menikmati buah durian,” pesannya.

Bukan hanya berkutat pada buah durian saja, Irwan Bachtiar mengajak semua  masyarakat untuk mengembangkan produk olahan durian. Sehingga, dari hulu sampai hilir harus dibangun dan dikembangkan.

“Produksi olahan dan kuliner harus berbahan dasar durian, untuk dipasarkan kepada wisatawan yang nantinya akan berkunjung ke Desa Sukowono. Ini yang bisa menarik perhatian wisatawan, dan harus dikembangkan, agar bisa memberikan multiplier effect bagi masyarakat,” tukasnya.

Keterlibatan masyarakat dalam pengembangan potensi yang dimiliki oleh Desa Sukowono ini, menurut Irwan Bachtiar, sangat dibutuhkan. Bahkan, dirinya menekankan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk membantu mengembangkan potensi yang dimiliki semua desa di Kabupaten Bondowoso.

“Semua butuh dukungan, semisal Dinas Pariwisata dalam membangun destinasi wisatanya, Diskoperindag dalam memberikan edukasi bagaimana mengolah durian menjadi produk yang layak jual, sampai mempromosikan produk asli desa. Intinya, semua harus terlibat dalam pengembangan potensi yang dimiliki desa, mulai dari hulu hingga hilir,” terangnya.

Launching Kampung Duren di Desa Sukowono ini, dihadiri oleh Bupati KH Salwa Arifin, Wakil Bupati Irwan Bachtiar, beberapa kepala OPD, Camat Pujer, Kades se Kecamatan Pujer, Ketua Gapoktan dan Ketua BUMDes.

Dalam kesempatan ini pula, Wakil Bupati Bondowoso secara simbolis menyerahkan prasasti sebagai tanda telah dikukuhkannya Desa Sukowono Kecamatan Pujer sebagai Kampung Duren di Bondowoso. (rizqi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here