Di Bondowoso, 46 Desa Rawan Kekeringan

60
Kepala Pelaksana BPBD Bondowoso, Kukuh Triadmoko

BONDOWOSO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bondowoso mulai memetakan daerah rawan kekeringan, menjelang musim kemarau tahun ini. 

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD setempat, Kukuh Triadmoko mengatakan, saat ini ada 46 desa yang rawan terdampak kekeringan pada musim kemarau tahun ini.

“Untuk tahun 2020, ada 46 desa yang tersebat di 16 kecamatan akan terdampak.  salah satunya di Kecamatan Botolinggo dan Cermee,” ungkap Kukuh, Rabu (24/6/2020).

Menurutnya, persiapan yang dilakukan untuk saat ini masih masuk dalam tahap dropping air. Karena di daerah rawan kekeringan, debit air tidak memungkinkan.

“Untuk di Botolinggo kita lakukan dropping air dulu. Karena kita mau melakukan pengeboran masih belum memungkinkan,” ujarnya.

Meski demikian, pihak dari BPBD bukan tidak mau melakukan pengeboran, akan tetapi jarak antara tempat tinggal masyarakat dan lokasi titik pengeboran sangat tidak memungkinkan.

“Sebenarnya didaerah Desa Lanas bisa untuk dilakukan pengeboran dan mata airnya cukup besar, tetapi jaraknya sampai ke Desa Gayam kurang lebih 35 Km, jadi kita lakukan dropping dulu,” pungkasnya. (yudi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here