Di Bondowoso, Rp3,7 Miliar PBB Tahun 2019 Belum Terealisasi

130
Kepala Bapenda, Endang Hardiyanti

BONDOWOSO – Serapan Pajak Bumi dan Bangunan wilayah Perkotaan dan Pedesaan (PBB-P2) di Kabupaten Bondowoso tahun 2019, tidak terealisasi 100 persen.

Hingga akhir Desember 2019, dari pagu rencana penerimaan sebesar Rp15,69 miliar, baru terealisasi sebesar Rp11,92 miliar, atau setara 76 persen. Sehingga, sisa baku PBB-P2 tahun 2019 mencapai Rp3,7 miliar.

Kendati demikian, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bondowoso mengklaim serapan tahun 2019 lebih besar, dibandingkan tahun 2018 yang memiliki rencana penerimaan sebesar Rp15,5 miliar.

“Untuk PBB-P2 tahun 2019, realisasinya Rp726 juta lebih besar dibanding tahun 2018 yang terealisasi Rp11,9 miliar atau setara 72,22 persen,” ungkap Kepala Bapenda, Endang Hardiyanti, ketika dikonfirmasi di ruangannya, Kamis (2/1/2020).

Dikatakannya lagi, peningkatan realisasi PBB-P2 ditahun 2019 tersebut, berkat kerjasama tim intensifikasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melalui Bapenda, yang didukung oleh pemerintah kecamatan hingga desa.

“Selama ini, kita turut serta turun ke desa-desa melakukan sosialiasi kepada masyarakat akan pentingnya taat pajak. Selain itu, kita terus lakukan pendekatan Kepala Desa (Kades) agar terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat,” jelasnya ketika dikonfirmasi diruangannya, Kamis (2/1/2020).

Seperti diberitakan sebelumnya, Bupati Bondowoso KH Salwa Arifin menyebutkan, jika PBB-P2 tahun 2019 tidak terealisasi 100 persen dikarenakan kurangnya kesadaran dari masyarakat sebagai wajib pajak.

“Mungkin ini karena minimnya kesadaran masyarakat untuk membayar pajak,” pungkasnya,” Rabu (18/12/2019) lalu. (yudis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here