Dianggap Biang Kegaduhan, Bupati Bondowoso Diminta Copot Sekda Syaifullah

659
para peserta aksi pun membentangkan spanduk bertuliskan “Pecat Sekda Syaifullah”, tepat di pintu masuk kantor Bupati Bondowoso

BONDOWOSO – Masyarakat Peduli Bondowoso dan masyarakat pecinta Kyai Salwa Arifin menuntut agar Sekretaris Daerah (Sekda) Syaifullah dicopot dari jabatannya.

Hal tersebut disampaikan saat menggelar aksi damai didepan kantor Sekretariat Daerah (Setda) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso, Kamis (16/1/2020).

Bahkan, para peserta aksi pun membentangkan spanduk bertuliskan “Pecat Sekda Syaifullah”, tepat di pintu masuk kantor Bupati Bondowoso, dan sempat berupaya untuk menyegel kantor Sekda Syafullah.

Mereka menilai, Sekda Syaifullah tidak bisa mengkoordinir satuan kerja birokrasi serta tidak paham tentang regulasi. Sehingga, menurut mereka, Bupati Salwa Arifin hanya dijadikan tumbal atas ketidakpahaman seorang pelaksana pemerintahan di Kabupaten Bondowoso.

Selain itu, Sekda Syaifullah dianggap menjadi biang kegaduhan yang terjadi pada pemerintahan di Kabupaten Bondowoso akhir-akhir ini. Bahkan, karena kegaduhan-kegaduhan yang terjadi, menjadi penyebab APBD defisit hingga mencapai Rp140 Miliar.

Ribuan massa yang menggelar aksi di depan kantor Pemkab Bondowoso menuntut agar Sekda Syafullah dicopot dari jabatannya

Kegaduhan diawali dengan mencak-mencaknya Sekda Syaifullah yang suara percakapannya sempat direkam dan tersebar dipesan group Whatsapp (WA).

Dalam rekaman tersebut, Syaifullah menuding pihak Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Bondowoso menghambat dirinya dilantik sebagai Sekda. Bahkan, mengancam akan memecat Alun Taufana Sulistiyadi dari jabatan Kepala BKD. Dan akhirnya, ancaman Syaifullah terbukti pasca dirinya dilantik sebagai Sekda definitif. Kepala BKD dimutasi dan menduduki kursi staff di bagian umum Setda.

Tak berhenti disitu, setelah gerbong mutasi kembali dan menuai masalah. Kegaduhan berlanjut setelah ada rekomendasi dari KASN yang mengatakan memang bermasalah dan harus dilakukan mutasi kembali.

Situasi semakin memanas setelah Bupati Bondowoso mendapat laporan dari Sekda Syaifullah, bahwa rekomendasi dari KASN tidak bermasalah. Padahal kenyataannya memang bermasalah, sehingga Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) menggunakan Hak Interpelasinya menanggapi carut marutnya mutasi tersebut.

Namun, kegaduhan terus berlanjut pasca dilantiknya dua Direktur Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Bondowoso, yakni, PDAM dan PT Bogem yang dinilai DPRD bermasalah serta segera membentuk Panitia Khusus (Pansus) BUMD tersebut.

Atas dasar tersebut, Koordinator Lapangan (Korlap) aksi damai, Yulianto mengatakan, kegaduhan yang disebabkan oleh Syaifullah sebagai Sekda, hingga memunculkan hak interpelasi DPRD yang baru pertama kali terjadi dalam sejarah perpolitikan di Kabupaten Bondowoso.

Korlap aksi saat menyegel kantor Sekda Syafullah

“Kegaduhan-kegaduhan yang terjadi akhir-akhir ini, malah menjadikan Bondowoso mengalami kemunduran, bukan kemajuan. Dari sikap arogansi Sekda yang selalu mengancam saja, bisa dipastikan pejabat-pejabat Pemkab merasa ketakutan atas intimidasi yang selama ini Sekda sampaikan. Sedikit-sedikit pecat, dan ini tidak mendidik karena yang memiliki kewenangan adalah Bupati bukan seorang Sekda. Dengan begitu, birokrasi tidak akan pernah bisa memikirkan masyarakat Bondowoso,” paparnya.

Sementara, Wakil Bupati (Wabup) Bondowoso, Irwan Bachtiar Rahmat usai menerima perwakilan peserta aksi damai tersebut mengatakan, bahwa dirinya akan menyampaikan tuntutan-tuntutan agar Sekda Syaifullah segera dicopot dari jabatannya kepada Bupati Bondowoso, KH Salwa Arifin.

“Nanti kita sampaikan tuntutan masyarakat ini kepada bapak Bupati. Karena beliau yang memiliki hak atas permintaan peserta aksi damai yang ingin Sekda Syaifullah dicopot dari jabatannya,” pungkasnya.

Untuk diketahui, usai ditemui Wabup Irwan Bachtiar, perwakilan dari peserta aksi damai itu langsung menuju ruangan Sekda Syaifullah dan bermaksud menyegel kantornya. Namun, hal tersebut dihalangi oleh Satpol PP hingga akhirnya, mengurungkan niatnya. (yudis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here