Dianggap Minim, F-AG Usulkan Honor Panitia Pilkades Ditambah

123
Ketua Fraksi Amanat Golongan Karya DPRD Bondowoso, Kukuh Rahardjo

BONDOWOSO – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak tahun 2021 di Kabupaten Bondowoso telah ditetapkan pada 20 Oktober mendatang. Hingga kini, tahapan pelaksanaan Pilkades serentak sudah memasuki pada pemutakhiran data pemilih (pantarlih).

Di masa pandemi Covid-19, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso mengalokasikan anggaran yang berasal dari APBD untuk pelaksanaan Pilkades serentak 2021, sebesar Rp 13 miliar.

Membengkaknya anggaran tersebut lantaran, panitia pilkades serentak harus menambah jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) di setiap desa untuk mengurai kerumunan dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Tak hanya itu, alokasi anggaran yang terbilang fantantis yang digelontorkan tersebut, digunakan juga untuk melengkapi protokol kesehatan (prokes) seperti diantaranya, rapid test kepada seluruh panitia pelaksanaan Pilkades serentak, pengadaan handsanitizer, tempat cuci tangan hingga penyediaan masker.

Bahkan, dengan bertambahnya jumlah TPS, bertambah pula jumlah Sumber Daya Manusia (SDM)-nya, mulai dari panitia itu sendiri hingga personil keamanan yang akan menjaga proses pelaksanaan Pilkades serentak di masing-masing desa.

Pelaksanaan Pilkades serentak di Kabupaten Bondowoso ini mendapat sorotan dari fraksi Amanat Golongan Karya (F-AG). Khususnya, tentang honor panitia Pilkades. Karena Golkar menilai, honor yang akan diterima masih terlalu minim. 

Maka dari itu, Ketua F-AG, Kukuh Rahardjo meminta kepada pemerintah daerah untuk memperhatikan secara sungguh-sungguh panitia Pilkades dengan memberikan honor yang representatif.

“Menurut kami, masihsangat mini. Jadi sebisa mungkin honor panitia Pilkades dinaikkan dengan tetap menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran,” katanya, Kamis (5/8/2021) kepada Bharata Online.

F-AG menilai, keberadaan mereka (panitia, red) layak mendapatkan tambahan honor, menginga mereka menjadi ujung tombak pesta demokrasi di tingkat desa dan kerentanan dalam melaksanakan Pilkades di masa pandemi Covid-19.

“Jumlah panitia di setiap TPS ada 11 orang, terdiri dari ketua, sekretaris dan anggota. Masing-masing mendapatkan honor, untuk ketua Rp 250 ribu, sekretaris Rp 200 ribu dan untuk anggota hanya menerima Rp 150 ribu. Itu info yang kami dapat, kami harap honor tersebut ditambah,” paparnya, Kamis (5/8/2021).

Menanggapi hal tersebut, Bupati Bondowoso, KH Salwa Arifin mengatakan, tanggapan dari legislatif terkait honor panitia Pilkades serentak tahun 2021 akan dijadikan pertimbangan.

“Untuk penambahan honor panitia Pilkades, nanti kami akan menggelar rapat teknis untuk itu,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Jadwal Pilkades serentak tahun 2021 itu ditetapkan oleh Bupati Bondowoso, KH Salwa Arifin bulan Mei lalu. Bahkan, tahapan-tahapan pelaksanaan Pilkades serentak juga telah ditetapkan berdasarkan Peraturan Bupati (Perbup) dan Peraturan Menteri Dalam negeri (Permendagri) nomor 72/2020. Dari 203 desa se-Kabupaten Bondowoso, 171 desa diantaranya menggelar pilkades serentak di tahun 2021 ini. (rzq/dis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here