Dibalik Pro-kontra Status Bencana

Oleh: Tety Kurniawati ( Anggota Akademi Menulis Kreatif )

99
Foto pasca gempa di Lombok (foto : istimewa)

BERBAGAI pihak mulai dari relawan, warga, netizen, anggota DPRD Provinsi NTB, hingga DPR RI mendesak agar status bencana gempa Lombok dinyatakan sebagai bencana nasional. Alasannya, agar penanggulangan dan penyaluran bencana bisa lebih cepat dan tepat sasaran.

Mengingat, dampak gempa Lombok dan sekitarnya sejak gempa pertama 6,4 SR pada (29/7/2018) yang kemudian disusul gempa 7 SR (5/8/2018), 6,5 SR (19/8/2019 siang) dan 6,9 SR (19/8/2018 malam) menyebabkan 506 orang meninggal dunia, 431.416 orang mengungsi, 74.361 unit rumah rusak dan kerusakan lainnya. Diperkirakan kerusakan dan kerugian mencapai Rp7,7 triliun.

Namun, berkali-kali pemerintah justru menegaskan tidak akan menetapkan status bencana nasional untuk gempa Lombok. Salah satu alasan yang mengundang kontroversi, diungkap Sekretaris Kabinet Pramono Anung yang menyatakan bahwa penetapan status bencana nasional untuk peristiwa gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), justru akan merugikan Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here