Diberitakan “Diduga Tipu Warga, Ketua DPC Gerindra Bondowoso Dilaporkan”, Ini Klarifikasi Resmi Supriyanto

1137
Supriyanto, Ketua DPC Gerindra Bondowoso

BONDOWOSO – Menanggapi pemberitaan bharata.co.id yang berjudul “Diduga Tipu Warga, Ketua DPC Gerindra Bondowoso Dilaporkan”, Supriyanto SH memberikan klarifikasi, Rabu (2/5/2018).

Berikut klarifikasi Supriyanto :

SUPRIYANTO, SH : Klarifikasi Atas Pemberitaan Bharata Mengenai Laporan Penipuan

BONDOWOSO, 02 Mei 2018  – Saya, Supriyanto, SH perlu menyampaikan klarifikasi terkait dengan adanya pemberitaan di beberapa media mengenai laporan dari 9 (sembilan) orang pelapor kepada pihak Kepolisian Resort Bondowoso atas dugaan bahwa saya melakukan tindak pidana penipuan kepada 9 (sembilan) orang pelapor.

Dalam hal ini, saya akan memberikan klarifikasi atas permasalahan ini.  Bermula Saudara Wiknyo Susanto, yang mengajak, mempengaruhi bahkan mengintimidasi kepada 8 (delapan) orang lain untuk melaporkan saya, Supriyanto, SH  ke pihak Kepolisian atas dugaan penipuan. Kepada 8 (delapan) orang tersebut, saudara Wiknyo menyodorkan kertas kosong untuk ditandatangai oleh delapan orang tersebut, tanpa mengetahui tujuan dan kegunaan dari tandatangan yang mereka bubuhkan pada kertas kosong tersebut.

Setelah delapan orang tandatangan di kertas kosong tersebut dan ditambah Saudara Wignyo sendiri, pada Senin, 30 April 2018, saudara Wignyo mengajak kedelapan orang tersebut untuk melaporkan saya di Polres Bondowoso atas dugaan penipuan yang saya lakukan kepada kesembilan pelapor tersebut.

Dengan ini saya sampaikan klarifikasi sebagai berikut :

  1. Pelapor atas nama Wignyo Susanto : Saya tidak pernah berjanji memuluskan apapun terhadap siapapun. Saudara Wignyo Susanto adalah mantan Tim Sukses saya untuk persiapan bakal Calon Bupati.

Saudara Wignyo Susanto bohong jika pernyataannya kepada media, bahwa  Saudara Wignyo tidak begitu akrab dengan saya. Terbukti saya pernah mengadakan acara Reses DPRD Gerindra yang bertempat di tempat tinggal Saudara Wignyo Susanto. Dalam acara Reses tersebut, saya juga membagikan sembako kepada masyarakat sekitar tempat tinggal saudara Wignyo Susanto.

Saya menyatakan tidak benar atas pernyataan Saudara Wignyo, bahwa dengan menyerahkan uang pelicin kepada saya sebesar Rp. 33.000.000,- (tiga puluh tiga juta rupiah), saya dapat memuluskan putranya masuk ke Perguruan Tinggi untuk menempuh pendidikan S2. Saya juga menyatakan bahwa saya tidak ada korelasinya dengan Perguruan Tinggi tersebut, sehingga mustahil bagi saya dapat memuluskan putra Saudara Wignyo Susanto pada Perguruan Tinggi yang dimaksud.

  1. Pelapor atas nama Ibu. Sani : Saya tidak pernah menjanjikan bisa memuluskan Tes putranya di TNI AU, dengan membayar uang sejumlah Rp. 238.000.000,- (dua ratus tiga puluh delapan juta rupiah). Dan saya menyatakan, tidak pernah menerima sejumlah tersebut dan permasalahan ini sudah selesai, dan Ibu Sani sudah mencabut laporan Kepolisian, juga meminta maaf kepada saya. Ibu Sani merasa bersalah, karena apa yang dilakukan adalah atas pengaruh, hasutan dan intimidasi saudara Wignyo Susanto untuk melaporkan dan menghancurkan nama saya.
  2. Pelapor atas nama Sukamto : Untuk saudara Sukamto, adalah murni hubungan pinjam meminjam atau hutang piutang.
  3. Pelapor atas nama Mahfud : Untuk saudara Mahfud, dapat saya jelaskan, bahwa antara saya dan saudara Mahfud ada ikatan jual beli material. Dan saya baru mengetahui jika dalam totalan jual beli material tersebut, saya masih ada kekurangan pembayaran senilai Rp. 20.500.000,- (dua puluh juta lima ratus rupiah). Dan permasalahan ini sudah saya selesaikan secara kekeluargaan dengan yang bersangkutan.
  4. Pelapor atas nama Hadi Supriyadi : Saya tidak pernah merasa merugikan yang bersangkutan sebesar Rp. 25.000.000,- (dua puluh lima juta rupiah), bahkan saya memberikan pekerjaan kepada Hadi Supriyadi sebagai staf Kantor DPC Partai Gerindra Bondowoso, dengan honor yang saya berikan setiap bulan senilai minimal Rp. 750.000,- Tujuh ratus lima puluh ribu rupiah) sampai dengan Rp. 1.000.000,- (satu juta rupiah) per bulannya
  5. Pelapor atas nama Rikian Aguk Supriyadi : Sebenarnya permasalahan dengan saudara Rikian Aguk adalah permasalah pinjam meminjan uang atau hutang piutang. Awalnya saya meminjam uang sebesar Rp. 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah) dan sudah saya kembalikan sebesar Rp. 30.000.000,- (tiga puluh juta rupiah), sehingga saya masih memiliki kekurangan sebesar Rp. 20.000.000,- (dua puluh juta rupiah).
  6. Pelapor atas nama Umar Faruq : Saya tidak pernah merasa merugikan yang bersangkutan sebesar Rp. 11.500.000,- (sebelas juta lima ratus ribu rupiah), bahkan saya memberikan pekerjaan kepada Umar Faruq sebagai staf Kantor DPC Partai Gerindra Bondowoso, dengan honor yang saya berikan setiap bulan senilai minimal Rp. 750.000,- Tujuh ratus lima puluh ribu rupiah) sampai dengan Rp. 1.000.000,- (satu juta rupiah) per bulannya.
  7. Pelapor atas nama Luluk Khomariah : Saya tidak pernah merasa merugikan yang bersangkutan sebesar Rp. 10.000.000,- (sepuluh juta rupiah), bahkan sama dengan pelapor Hadi Supriyadi dan Umar Faruq saya memberikan pekerjaan kepada Umar Faruq sebagai staf Kantor DPC Partai Gerindra Bondowoso, dengan honor yang saya berikan setiap bulan senilai minimal Rp. 750.000,- Tujuh ratus lima puluh ribu rupiah) sampai dengan Rp. 1.000.000,- (satu juta rupiah) per bulannya.

Sebagai hak saya, sebagai warga negara yang mempunyai hak yang sama di hadapan hukum dan berhak atas perlindungan hukum yang sama tanpa diskriminasi apapun, menghimbau kepada :

  1. Para pihak pelapor, Saya tetap akan patuh terhadap proses hukum yang berjalan, dan akan mengambil langkah hukum yang diperlukan kepada pihak yang mengajak, menghasut dan mengintimidasi para pelapor dengan tujuan menjatuhkan nama baik saya.
  2. Kepada pihak Media Cetak, Online maupun pengguna Media Sosial, setelah pernyataan klarifikasi ini, saya berharap tidak ada lagi penyebaran informasi tentang fitnah permasalahan ini kepada saya. Jika masih ada pihak-pihak yang sengaja menyebarluaskan informasi sepihak tanpa dasar, saya terpaksa akan mengambil langkah hukum yang diperlukan.
  3. Kepada semua Pengurus DPC Partai Gerindra, sayap Partai Gerindra, Garda Merah Putih Partai Gerindra dan seluruh kader dan simpatisan Partai Gerindra se-Kabupaten Bondowoso dan seluruh indonesia pada umumnya. Saya menyatakan bahwasannya, saya tetap memegang teguh marwah partai, nama besar partai dan biarkan fitnah ini kita serahkan kepada penegak hukum dan akan mengikuti semua proses hukum yang benar untuk menyelesaikan kasus laporan tersebut.

Besar harapan Saya, penjelasan ini menjadi informasi bermanfaat dan mohon perkenan berita tersebut dapat diturunkan beserta permintaan maaf atas kesalahan dari informasi yang disebarluaskan tersebut.

Demikian klarifikasi atas pemberitaan media Bharata dan Pelaporan dugaan tindak pidana penipuan  ini kami sampaikan, terima kasih atas perhatiannya. Kami sangat menghargai respons cepat atas pemberitaan yang terkait dengan nama baik saya tersebut. (Supriyanto, SH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here