Dinas PUPR Bondowoso Akan Bangun Jembatan Penghubung Desa Pandak dan Cangkring

458
Salah seorang warga yang nekat menyebrangi sungai dengan mengendarai motor sembari membawa rumput (foto : rzq ardians/bharata.co.id)

BONDOWOSO – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bondowoso, akan membangun jembatan penghubung Desa Pandak Kecamatan Klabang menuju Desa Cangkring Kecamatan Prajekan, tepat di hilir DAM Bluncong yang baru saja rampung.

Pembangunan akses penghubung dua desa yang direncanakan di tahun 2020 ini, merupakan upaya pemerintah melalui Dinas PUPR untuk mempermudah masyarakat untuk bertransportasi.

Menurut Sekretaris Dinas PUPR, Mulyadi mengatakan, melihat kondisi warga yang melewati jalan terjal, sangat memprihatinkan, maka dari hal tersebut, Pemkab melalui Dinas PUPR akan membangun jembatan.

“Untuk akses jalan dari Desa Pandak menuju Desa Cangkring akan kita anggarkan di tahun 2020 ini, tetapi jembatan tersebut hanya untuk roda dua saja,” ungkap Mulyadi usai menerima Kunjungan Kerja (Kunker) Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) di Dam Bluncong, Desa Pandak, Kamis (9/1/2020).

Kendati demikian, jembatan yang akan dibangun hanya untuk akses warga sekitar dengan menggunakan dua roda saja, karena jembatan tersebut bukan merupakan jalan umum dan hanya untuk mempermudah warga sekitar menuju desa seberang.

“Jembatan yang nanti akan dibangun hanya untuk memperpendek rute dan hanya dilewati dua roda saja. Karena, sebenarnya itu merupakan jalan inspeksi irigasi bukan jalan umum,” paparnya.

Lebih jauh, mantan Direktur PDAM ini menyebutkan, jika sebelumnya di atas bendungan Bluncong tersebut sebenarnya ada jembatan penghubung, akan tetapi jembatan tersebut memberikan dampak buruk bagi bendungan. Sehingga, banyak kayu besar ataupun sampah yang menumpuk dan menghambat aliran sungai dan menyebabkan ambrolnya bendungan.

“Salah satu faktor penyebab ambrolnya bendungan tersebut karena adanya jembatan itu, dan banyak material kayu di bawahnya sehingga menghambat jalannya air. Nah, dari ini kita akan membangun di bawah aliran air dari Dam Bluncong,” ujarnya.

Kendati demikian, Dari Dinas PUPR sendiri meminta kepada masyarakat setempat untuk menjaga lingkungan agar tidak melakukan penambangan pasir.

“Kita harap masyarakat juga tidak mengeruk pasir yang berada di hilir sungai, karena hal tersebut juga menjadi faktor rusaknya Dam Bluncong,” tutupnya. (yudi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here