Diperta Bondowoso Kembangkan Pengolahan Hasil Peternakan

70
Kabid Peternakan Diperta, Murjana, saat meninjau peserta praktek pengolahan hasil peternakan

BONDOWOSO – Dinas Pertanian dan Peternakan (Diperta) Kabupaten Bondowoso terus mengembangkan hasil olahan peternakan, dengan melibatkan 13 kelompok wanita tani peternakan, melalui pelatihan dan praktek pengolahan hasil peternakan, Selasa (26/11/2019) di aula Diperta.

Kegiatan tersebut merupakan upaya Diperta untuk mengembangkan sektor peternakan dari tingkat hulu sampai ke hilir. Sehingga hasil ternak baik sapi, kambing maupun unggas, nantinya bisa menghasilkan produk olahan yang memiliki nilai ekonomis.

Kepala Diperta, Dwi Wardhana melalui Kepala Bidang Peternakan, Murjana, kepada media ini mengatakan kegiatan ini merupakan implementasi dari potensi peternakan di tingkat hulu yang saat ini terus berkembang. Sehingga, perlu ada pengembangan di sektor hilirnya melalui pengolahan hasil pertanian.

“Kita mulai memberikan pelatihan, bagaimana mengolah hasil ternak menjadi produk yang bisa mempunyai nilai ekonomis. Semisal memproduksi abon, sosis, rambak dan produk olahan lainnya,” katanya usai membuka acara pertemuan teknis praktek pengolahan hasil pertanian.

Dengan melibatkan narasumber dari pendamping SMKN 2 Bondowoso, produk-produk turunan peternakan ini nantinya bisa meningkatkan perekonomian masyarakat, memunculkan minat masyarakat untuk menekuni usaha olahan turunan peternakan, utamanya kelompok wanita tani peternakan.

Bahkan, lanjut Murjana, Diperta nantinya akan membentuk home industri (industri rumahan) yang bisa menghasilkan produk olahan hasil peternakan. Dan bekerjasama dengan lintas sektoral seperti Dinas Koperindag, dalam memasarkan produk olahan hasil pertanian.

“Kedepan mungkin kita bentuk koperasi dan membentuk home industri kecil-kecilan. Selain itu, kita akan terus memberikan pendampingan, pembinaan dan diklat untuk mengembangkan produk-produk olahan hasil peternakan agar bisa maksimal dan mampu meningkatkan kesejahteraan kelompok wanita tani peternakan,” tambahnya.

Kabid Petrnakan bersama Sekretaris Diperta, Hendry Widotono saat meninjau praktek pengolahan hasil peternakan di aula dinas

Selama ini, produk olahan hasil peternakan yang mulai dikembangkan secara serius adalah pengolahan susu kambing yang diprioritaskan kepada 3 kelompok di Kecamatan Ijen, Jambesari dan Pakem. Mereka dilatih dan mengikuti diklat selama 3 hari di Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu-Songgoriti.

“Mereka diberi pemahaman bagaimana memelihara kambing yang bagus sehingga menghasilkan susu kambing yang berkualitas dan mengolah susu kambing menjadi produk olahan yang berbahan dasar susu. Mudah-mudahan kalau tidak ada kendala, sesuai roadmap, kita bisa action di tahun 2020 dengan titik fokus di Kecamatan Ijen,” pungkasnya.

Seperti diketahui, produk olahan hasil peternakan, yang dikelola menggunakan teknologi pengolahan, menjadi sangatlah penting. Karena dapat memperpanjang masa simpan bahan pangan asal hewan, meningkatkan daya tahan, kualitas dan meningkatkan nilai tambah produk.

Dengan demikian maka suatu produk olahan hasil peternakan, akan memiliki nilai ekonomi lebih setelah mendapatkan sentuhan pengolahan. Adapun, produk olahan hasil pertanian dalam kegiatan tersebut diantaranya, bakso, dendeng, nuget, sosis, abon dan rambak. (rizqi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here