Direktur PT Beringin Indah : “Mas Kukuh Itu Sahabat Saya”

207
sebagian begesting plat atap pasar induk Bondowoso ambruk

Bondowoso – Ambruknya sebagian begesting plat atap pasar induk Bondowoso saat ini sedang ditangani tim labfor Polda Jatim. Tim labfor Polda yang diterjunkan ke pasar induk Bondowoso itu melakukan olah TKP bersama KBO Reskrim Polres Bondowoso, Iptu Kuswono Arianto beserta timnya, untuk mengetahui penyebab ambruknya bangunan pengerjaan perataan cor coran yang baru saja dikerjakan.

Tim Labfor juga sudah melakukan pemeriksaan dan dalam proses ini memang membutuhkan waktu. Hasilnya nanti akan dipublikasikan.

Saat olah TKP, Direktur PT Beringin Indah, Slamet didampingi Edi juga mengikuti seluruh proses yang dilakukan tim labfor Polda Jatim. Tampak juga dilokasi Kukuh Rahardjo, anggota DPRD Bondowoso.

Kepada Bharata Online, Slamet mengaku akan mengikuti seluruh proses ini sampai selesai. Sehingga proyek ini dapat berjalan terus dan selesai sesuai jadwal yang ditentukan.

Hadirnya Kukuh Rahardjo, anggota DPRD Bondowoso di lokasi ambruknya sebagian begesting plat atap itu langsung menjadi sorotan publik. Mendengar hal tersebut, Slamet kemudian memberi penjelasan agar tak muncul persepsi negatif.

“Saya tadi memang menghubungi Mas Kukuh untuk hadir di lokasi, karena memang kebetulan katanya ada waktu luang, jadi dia ikut datang ke lokasi. Jadi dia datang setelah saya bilang, ayo ikut lihat proyek saya di pasar,” katanya.

“Mas Kukuh itu sahabat baik saya, bahkan seperti saudara sendiri. Karena mungkin saya ada musibah, makanya dia mau datang dan ikut saya ke lokasi, ikut berempatilah sebagai sahabat,” lanjutnya.

Selain itu, Slamet mengatakan, saat sebagian begesting plat atap itu ambruk, Kukuh lah yang yang pertama kali membantunya. “Saya hubungi Mas Kukuh, bangunan pasar yang saya garap ada yang ambruk. Dia bilang ada korban apa tidak, saya bilang ada. Lalu Mas Kukuh langsung menuju RS Bhayangkara untuk melihat korban. Syukur saya dibantu saat itu, karena saat itu saya masih ada acara,” katanya.

Di tempat terpisah, Kukuh mengatakan, setelah dihubungi ada korban, Ia langsung meluncur ke RS Bhayangkara. “Saya ke RS Bhayangkara, bahkan lanjut ke RSUD Soebandi Jember, karena yang tertimpa reruntuhan adalah anak buah saya, dulu. Ya, karena pekerja yang jadi korban, dulu adalah anak buah saya. Saya yang menitipkan ke Pak Slamet Direktur PT Beringin Indah,” ujarnya.

Diakuinya, sebelum menjadi anggota dewan, Kukuh menitipkan banyak anak buahnya ke beberapa sahabatnya yang menjadi kontraktor. Hal itu dilakukan, agar para pekerja yang dulu bekerja di perusahaannya di dunia konstruksi, dapat terus bekerja.

“Memang saya banyak menitipkan anak buah saya dulu yang bekerja di perusahaan saya kepada sahabat-sahabat saya. Karena banyak pekerja saya jadi tulang punggung keluarganya. Kan harus tetap diperjuangkan agar terus bekerja,” ujarnya.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here