Diresmikan Bupati, RSUD dr Koesnadi Punya Laboratorium PCR Covid-19

321
Bupati Bondowoso KH Salwa bersama Wakil Bupati Irwan Bachtiar dan Plt Direktur RSUD dr Koesnadi, dr Yus Priyatna, saat memotong pita, sebagai tanda diresmikannya Laboratorium Biologi Molekuler untuk PCR Covid-19

BONDOWOSO – Upaya Pemerintah Kabupaten Bondowoso dalam mencegah penyebaran virus corona atau yang biasa disebut Covid-19, terus dilakukan.

Kali ini, RSUD dr Kesnadi Bondowoso resmi memiliki Laboratorium PCR (Polymerase Chain Reaction) Covid-19.

Laboratorium Biologi Molekuler tersebut, diresmikan langsung oleh Bupati Bondowoso KH Salwa Arifin didampingi Wabup Irwan Bachtiar Rahmat, Selasa (14/7/2020).

Dengan diresmikannya laboratorium tersebut, Swab PCR Covid-19 untuk warga Bondowoso tak perlu lagi dikirim ke kabupaten/kota lain. Dimana sejauh ini, masih dikirim ke Surabaya dan Jember.

Bupati Bondowoso KH Salwa Arifin berharap, dengan diresmikannya Laboratorium Biologi Molekuler ini bisa mempercepat stracing penyebaran Covid-19.

“Dengan adanya Lab ini, harapannya adalah untuk meningkatkan kinerja dan dengan cepat mendiagnosa penyakit, khususnya Covid-19. Upaya secara medis harus dimaksimalkan, dengan peralatan dan sebagainya,” jelas bupati.

Bupati berpesan, masyarakat tetap punya kesadaran, untuk mematuhi protokol Kesehatan Covid-19.

“Selain itu, tetap meminta pertolongan kepada Allah,” harapnya.

Bupati Bondowoso KH Salwa bersama Wakil Bupati Irwan Bachtiar dan Plt Direktur RSUD dr Koesnadi, dr Yus Priyatna, saat meninjau ruangan laboratorium PCR Covid-19

Ditempat yang sama, Plt Direktur RSUD dr Koesnadi Bondowoso, dr Yus Priyatna mengatakan, laboratorium PCR bisa untuk banyak macam, tergantung reagennya.

“Untuk sementara, kita dapat hibah reagen Covid. Kita pakai untuk penanganan Covid-19,” katanya saat dikonfirmasi.

Sementara, untuk alat kata dia, merupakan pinjaman dari BNPB Pusat. Yakni berupa alat PCR dan ekstraksi.

“Hanya untuk Covid-19. Akadnya hanya untuk itu,” imbuhnya.

Dijelaskan oleh dr Yus, bahwa ada dua ruangan utama dalam laboratorium tersebut. Yakni ruangan ekstraksi untuk pengambilan sampel untuk mengatasi infeksi tekanan negatif.

“Sementara satunya, untuk pembacaan tekanan positif,” paparnya.

Sementara untuk penanganan Covid-19, teknologi yang digunakan harus Biosafety Level (BSL)-2.

“Untuk yang di sini sudah Biosafety Level-2,” terangnya.

Diakuinya juga, bahwa untuk SDM sangat memadai. Ada dokter spesialis patologi kilinik, dan analis kesehatan.

“Jadi SDM kami cukup tinggal keterampilan saja,” akunya.

Dengan adanya laboratorium PCR ini, Swab PCR Covid-19 tidak lagi dikirim ke luar daerah. Tapi saat ini sudah bisa dilakukan di RSUD Bondowoso.

“Hasilnya lebih cepat, sehari dua hari selesai,” jelasnya.

Sekadar diketahui, peresmian Laboratorium PCR (Polymerase Chain Reaction) Covid-19, di RSUD dr Koesnadi Bondowoso. Ditandai dengan pemotongan pita oleh Bupati Salwa Arifin. (rzq)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here