Disdikbud Bondowoso Evaluasi Gerakan Pendidikan Kesetaraan

91
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Harimas saat memimpin Rapat Koordinasi dan Monitoring Getar Desa di Kecamatan Grujugan dan Maesan

BONDOWOSO – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso, mengevaluasi Gerakan Pendidikan Kesetaraan Berbasis Desa di Kecamatan Grujugan dan Maesan.

Hal tersebut dilakukan untuk memonitoring gerakan yang bertujuan untuk meningkatkan angka rata-rata lama sekolah, sebagaimana telah tertuang dalam RPJMD Bondowoso.

“Kita mengevaluasi kegiatan-kegiatan, termasuk apa yang menjadi kendala di lapangan pada pendidikan non formal ini,” ungkap Kepala Dinas Dikbud, Harimas usai memimpin Rapat Koordinasi dan Monitoring Pendidikan kesetaraaan berbasis desa di Pendodo Kecamatan Grujugan, Selasa (29/10/2019).

Menurut Harimas, meski sangat sulit untuk meningkatkan kesadaran masyarakat yang mengikuti kegiatan belajar di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), Pihaknya akan terus berupaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tersebut.

“Ini kan pendidikan non formal, jadi sangat sulit untuk meminta kesadaran, karena latar belakang dari mereka sendiri bermacam-macam,” tuturnya.

Kendati demikian, angka rata-rata lama sekolah yang semula 5,54 pada tahun 2016 silam, saat ini telah meningkat menjadi 5, 62, dari capaian angka tersebut, telah melampaui renstra Dinas Pendidikan yang semula menargetkan 5, 61 saja.

Capaian tersebut, merupakan bentuk kerjasama antar tim di desa, artinya, gerakan ini benar-benar menjadi akselerasi untuk menghantarkan Bondowoso melesat seperti apa yang menjadi visi misi pemerintahan saat ini.

“Ini sebagai tugas Kepala Desa juga, karena mereka juga sebagai tim untuk memotivasi masyarakat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat yang ikut dalam PKBM agar sesuai jadwal belajar tepat waktu,” paparnya. (yudi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here