Diskoperindag Bondowoso akan Data Ulang Pedagang Pasar Kejayan

541
Mantan Bupati Bondowoso saat mengunjungi pasar Kejayan yang baru saja selesai dibangun pada Februari 2018 silam

BONDOWOSO – Meski telah diresmikan pada tahun 2018 silam, pasar rakyat yang berada di Desa Kejayan Kecamatan Pujer, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, sampai saat ini masih belum sepenuhnya ditempati oleh para pedagang.

Pasar yang dulunya hanya diramaikan oleh para pedagang ternak kambing dan pedagang burung ini, direncanakan mampu memberikan kontribusi dan meningkatkan ekonomi masyarakat, khususnya para pedagang yang awalnya berjualan di pasar kojuk, Desa Mengok.

Oleh karena itu, Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Bondowoso, akan mendata ulang para pedagang yang bakal menempati pasar bernilai Rp5,6 milyar tersebut.

“Data awal, ada 135 pedagang yang mengisi los di dalam pasar. Namun, akan kami data kembali, agar pasar tersebut sepenuhnya bisa difungsikan. Utamanya bagaimana caranya agar kios di luar pasar bisa terisi semua,” kata Suhartono, Kepala Bidang Perdagangan Diskoperindag saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Jumat (15/2/2019).

Menurut Suhartono, ada sebuah persoalan yang membuat para pedagang sampai saat ini masih belum menempati pasar. Sehingga pihaknya akan melakukan pendataan ulang.

“Kendati karena sesuatu hal, kita perlu menata dan kita kembangkan lagi, supaya Pasar Kejayan itu bisa terisi penuh seperti semula. Sampai saat ini, kendala dan masukan dari para pedagang masih tercover sebagian kecil saja,” paparnya.

Lebih lanjut, dirinya menyampaikan, jika pada saat pengisian los di dalam pasar, Diskoperindag telah berkoordinasi dengan pihak kecamatan setempat dan pihak Bank Jatim.

“Bahkan awalnya, los yang disediakan telah terisi penuh oleh para pedagang. Namun, tak berlangsung lama, para pedagang yang telah mengisi los-los tersebut, hilang satu persatu,” ungkapnya.

Sampai saat ini Diskoperindag masih belum bisa menyimpulkan, apa alasan para pedagang Pasar Kejayan, hingga mereka semua tidak berjualan lagi di pasat tersebut.

“Kami belum bisa menyimpulkan faktor apa yang membuat mereka tidak lagi berjualan disana. Pasalnya, sampai saat ini masih sekitar 30, 35 persen narasumber yang kita datangi, baru kalau sudah 60 persen, kita bisa membuat kebijakan,” pungkasnya.

Seperti diketahui, pasar tersebut sudah diremikan oleh Bupati Amin Said Husni pada 8 Februari 2018 silam. Pasar rakyat ini memiliki 182 los dan 35 kios yang nantinya akan difokuskan untuk menampung semua pedagang di tiga desa dan menampung para pedagang ternak burung dan kambing yang selama ini sudah lama berjualan setiap hari Kamis.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here