Diskoperindag Terus Jaga Eksistensi Batik Bondowoso

58
Bupati KH Salwa Arifin bersama seluruh pimpinan Forkopimda usai membuka acara Pekan Batik Bondowoso 2019

BONDOWOSO – Sebagai bentuk upaya menjaga eksistensi batik,Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) menggelar Pekan Batik 2019, dengan tagline ‘Bangga Batik Bondowoso, Bondowoso Melesat’, Senin (21/10/2019) di Gelora Pelita.

Melalui agenda yang melibatkan 40 industri batik tersebut, Diskoperindag juga mengajak generasi muda untuk memahami tentang keberadaan motif khas batik Bondowoso, agar eksistensinya tetap terjaga dan terpelihara.

Kepala Diskoperindag, Sigit Purnomo menyampaikan, melalui Pekan Batik 2019 ini, diharapkan bisa menjaga eksistensi batik sebagai produk budaya, mewadahi sumber daya manusia industri batik dan memberikan edukasi tentang batik kepada masyarakat.

“Ini wadah bagi pecinta batik, para pengrajin dan industri batik untuk bisa berekpresi dalam meningkatkan kualitas batik, agar tidak hanya mampu bermain dalam kancah lokal saja, akan tetapi bisa bersaing di kancah nasional. Bahkan di tingkat internasional,” katanya, usai acara.

Mantan Asisten Bupati ini menambahkan, batik Bondowoso diharapkan tidak hanya menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Akan tetapi, ke depan Diskoperindag berkomitmen untuk mendorong agar industri batik ini bisa merangsek hingga ke pasar regional dan nasional.

Kepala Diskoperindag, Sigit Purnomo saat dikonfirmasi usai acara pembukaan Pekan Batik Bondowoso 2019

“Sesuai dengan petunjuk Bupati Bondowoso, kami akan terus menggelar kegiatan ini secara continue dan berkesinambungan dengan melibatkan semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD). sehingga, Bondowoso bisa dikenal sebagai daerah penghasil batik dan memiliki banyak pemuda bertalenta yang berkecimpung di dunia batik,” tambahnya.

Saat ini, Diskoperindag tidak hanya memberikan dukungan kepada industri batik di Bondowoso saja, akan tetapi juga memiliki strategi pemasaran produk dari semua pengrajin batik. Sigit menambahkan, saat ini OPD yang dipimpinnya membranding produk-produk batik asli Bondowoso.

“Selain membranding dan mempromosikan batik Bondowoso, kita juga perkenalkan melalui online dan offline. Perlu diketahui, kemarin kita sudah menjual produk batik asli Bondowoso, dan itu laku di tingkat nasional,” ujarnya.

Dirinya juga menjelaskan, saat ini motif yang menjadi ikon batik Bondowoso adalah daun singkong. Akan tetapi saat ini terus berkembang untuk menjaga kearifan budaya lokal dengan menampilkan ikon budaya dan kesenian asli kota tape.

“Selain daun singkong, kita kembangkan melalui motif kopi, singo ulung, topeng kona dan kesenian ojhung. Ini sebagai bentuk menjaga kearifan lokal produk dan budaya asli Bondowoso, dengan memperhatikan trend nasional yang saat ini menggunakan terakota atau tembaga,” jelasnya.

Sekadar diketahui, Pekan Batik 2019 ini dibuka langsung oleh Bupati KH Salwa Arifin dan akan digelar dalam sepekan mendatang. Diskoperindag juga melibatkan semua desainer batik dan 28 industri batik di Bondowoso. Acara tersebut juga menjadi ajang pemilihan duta batik Bondowoso tahun 2019. (rizqi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here