Disparbud Jatim Dukung Ijen Geopark Menuju UGG

10
Foto bersama Tim Disparbud Jatim bersama Plt Kadisparpora Bondowoso

BONDOWOSO – Sebanyak 60 pegiat pariwisata dari empat kabupaten, diantaranya, Bondowoso, Jember, Situbondo serta Banyuwangi mendapatkan pelatihan peningkatan potensi kapasitas masyarakat dan sumber daya lokal di sekitar destinasi wisata.

Kegiatan yang digelar di Hotel Grand Padis, Selasa (9/2/2021) tersebut, merupakan bentuk dukungan dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Provinsi Jawa Timur (Jatim), untuk Ijen Geopark wilayah Kabupaten Bondowoso menuju UNESCO Global Geopark (UGG).

Plt Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Bondowoso, Retno Wulandari melalui Kepala Bidang (Kabid) Pariwisata di Disparpora setempat mengatakan, forum yang digelar oleh Disparbud Provinsi Jatim ini perlu dilaksanakan dalam rangka penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) di sekitar situs Ijen Geopark wilayah Bondowoso, pada khususnya.

Dikatakan Kabid Pariwisata yang juga ditunjuk sebagai Ketua Pelaksana Harian Ijen Geopark wilayah Bondowoso ini, peninjauan lapangan oleh UGG diperkirakan bulan Mei hingga Juni 2021 mendatang.

“Jadi masih ada waktu untuk melakukan penguatan SDM melalui forum ini. Titik tekannya nanti, yakni, kemampuan teknis dalam pengelolaan pariwisata, bisa juga melalui penguatan teknis dalam hal produk wisata serta operasional desa wisata,” jelas pria yang memiliki nama lengkap Arif Setyo Rahardjo ini.

Selain melibatkan masyarakat sekitar destinasi wisata, lanjut Arif, pihaknya secara bertahap telah menggelar Forum Group Discussion (FGD) serta melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait Ijen Geopark menuju UGG tersebut.

“Kami menargetkan 16 FGD yang melibatkan organisasi kepemudaan serta organisasi lainnya. Sudah 14 FGD yang sudah selesai dilaksanakan,” ungkapnya.

Sementara, Kabid Destinasi Pariwisata di Disparbud Provinsi Jatim, Susiati meyakini, bahwa Ijen Geopark wilayah Bondowoso akan mendunia.

“Untuk promosi Ijen Geopark wilayah Bondowoso jika sudah lulus UGG, pasti secara otomatis akan dibantu oleh UNESCO sendiri. Maka dari itu, bukan hanya dikenal di nusantara tetapi bertaraf international,” pungkasnya.

Untuk diketahui, situs geosite yang terletak di kawasan Ijen Geopark wilayah Bondowoso, diantaranya, Kawah Ijen/Blue Fire, Kawah Wurung, Dinding Kaldera Ijen Megasari, Komplek Mata Air Panas Blawan, Aliran Asam Kalipait, Lava Blawan, Aliran Lava Plalangan, Taman Batu So’on Solor dan Air Terjun Gentongan.

Sementara, untuk Biosite Ijen Geopark terdiri dari Kopi Bondowoso dan Hutan Pelangi. Sedangkan untuk Culture site, diantaranya, situs Megalitik maskuning Kulon, Struktur Gua Butha Cermee dan Gua Butha Sumber Canting, Singo Ulung serta Tari Petik Kopi. (yudis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here