Disparpora Bondowoso Tingkatkan SDM Pengelola Desa Wisata

62
Pelatihan pegelola desa wisata di Ball Room Hotel Palm

BONDOWOSO – Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Bondowoso, terus melakukan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang pariwisata, melalui pelatihan pengelola desa wisata, yang digelar di ball room Hotel Palm.

Pelatihan yang diikuti oleh 40 pengelola desa wisata tersebut, merupakan tindak lanjut untuk mendukung Ijen Geopark, Bondowoso Republik Kopi dan rencana dibentukya Pesantran wisata religi (Pesta Religi).

Dengan tetap mengedepankan protokoler kesehatan Covid-19, selama 3 hari sejak Rabu 13 Oktober hingga Jumat 16 Oktober 2021, puluhan pengelolan desa wisata ini digodok, dan mendapatkan ilmu kepariwisataan dari berbagai narasumber.

Kegiatan yang diiniasi oleh Pemerintah Pusat melalui anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) non fisik 2021 ini, menurut Mulyadi Kepala Disparpora Bondowoso, ditargetkan untuk meningkatkan SDM pelaku wisata.

“Mereka dilatih untuk bisa berkontribusi dan menjadi pelaku usaha wisata di Bondowoso. Sehingga kedepannya, kita sudah memiliki SDM yang mumpuni untuk mendukung Ijen Geopark, Bondowoso Republik Kopi dan Pesta Religi,” katanya, usai pembukaan pelatihan di Ball Room Hotel Palm, Rabu (13/10/2021).

Mulyadi juga menambahkan, melalui pelatihan tersebut seluruh peserta diharapkan bisa mempromosikan dan mengembangkan desa wisatanya, dengan bersinergi dengan Pemkab Bondowoso. Karena, lanjutnya, strategi pemasaran dan promosi wisata ini sangat penting untuk menarik perhatian wisatawan.

“Mereka harus berperan beriringan dengan pemerintah untuk mempromosikan wisata di Bondowoso. Karena, di masa pandemi ini yang paling efisien adalah promosi dengan mengoptimalkan peran media massa, elektronik, online dan media sosial,” tambah mantan Direktur PDAM ini.

Sementara, Ketua DPRD Bondowoso Ahmad Dhafir yang membuka acara pelatihan tersebut, mengajak semua pengelola desa wisata bisa profesional dan bersinergi dengan pemerintah untuk meningkatkan sektor pariwisata di Kabupaten Bondowoso.

“Harus ada dukungan dari Pemkab Bondowoso. Kebersamaan harus dilakukan, karena kehadiran mereka menjadi bukti jika pelatihan ini bukan untuk kepentingan wisata desa saja, tapi kepentingan masyarakat Bondowoso,” kata Ketua DPRD, usai membuka acara.

Pemerintah juga harus merespon secara positif, karena pelatihan pengelola desa wisata di Bondowoso memiliki peran untuk mengembangkan dan menjadi pengampu terwujudnya Ijen Geopark, Bondowoso Republik Kopi dan Pesta Religi.

“Selain pelatihan, harus ada perhatian dari Pemkab Bondowoso, agar pengembangan parawisata di Bondowoso bisa memberikan multiplier effek kepada masyarakat. Semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga mendukung sektor pariwisata,” kata politisi PKB ini. (rzq)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here