Diterpa Isu dan Opini Tak Sedap, Pasangan SABAR Kian Berkibar

Dukungan akar rumput kian mengalir deras, menguat, tanpa dibayar dan militan untuk terus bergerak mendukung pasangan SABAR.

705

Bondowoso – Arus dukungan kepada pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Bondowoso, SABAR (KH Salwa – Irwan Bachtiar) terus bertambah, menguat dan membesar. Semakin hari semakin menjalar sampai ke pelosok – pelosok.

Seiring dengan dukungan masyarakat yang kian tak terbendung itu, aroma fitnah bahkan penggiringan opini yang tidak sehat tertuju kepada pasangan Kiai Salwa – Irwan Bachtiar.

Ketua tim pemenangan-pasangan SABAR, KH Hasan Abdul Muis

Ketua tim pemenangan SABAR, KH Moh Hasan Abdul Muis menjawab semuanya dengan gamblang. Dia mengatakan, semakin tinggi pohon, semakin besar angin yang menerpanya. Ini bukti bahwa pasangan SABAR adalah pasangan ideal, kuat dan yang memang sesuai dengan kehendak masyarakat Bondowoso.

Fakta, Kiai Salwa lolos tes kesehatan, dinyatakan sehat jasmani dan rohani

Terpaan isu tentang kesehatan Kiai Salwa karena faktor usia menjadi hal yang sering diisukan. KH Moh Hasan mengatakan, isu yang dihembuskan tersebut bertolak belakang dengan fakta yang ada.

“Aneh kalau kemudian isu kesehatan dan usia yang dihembuskan, seolah Kiai Salwa tidak sehat karena usia. Padahal kenyataannya tidak seperti itu. Tes kesehatan yang dilaksanakan beberapa pekan lalu di RS Saiful Anwar, Malang, Kiai Salwa dinyatakan lolos. Artinya, fakta mengatakan bahwa kesehatan Kiai Salwa tidak ada masalah, baik secara jasmani maupun rohani,” katanya.

Pengasuh Pondok Pesantren Sayyid Alwi Al-Maliki ini justru mempertanyakan yang menyoal kesehatan Kiai Salwa. Menurutnya siapa saja yang mempermasalahkan kesehatan Kiai Salwa, berarti tidak mempercayai pemerintah.

Kiai Salwa saat berorasi

Pemimpin mampu itu yang jujur dan amanah

Untuk persoalan umur, lanjutnya, pemimpin itu tidak diharuskan muda. Yang muda boleh, yang tua juga boleh. Kalau kita mengacu kepada sejarah mulai dari Nabi dan sampai para sahabat, artinya persoalan umur tidak menjadi persoalan untuk seorang figur pemimpin. Yang jadi persoalan itu mampu atau tidaknya menjadi pemimpin.

Kiai Salwa adalah figur pemimpin yang mampu. Ukuran mampu itu kejujuran dan amanahnya. Terlebih Kiai Salwa tidak ambisi jabatan.

“Yang harus diingat, Kiai Salwa itu tidak meminta untuk mencalonkan diri sebagai calon Bupati. Beliau awalnya tidak bersedia. Namun karena suara masyarakat yang semakin besar menginginkan Kiai maju, maka sejak itulah beliau mau untuk ikut dalam kontestasi pilkada Bondowoso 2018,” ujarnya.

Seperti inilah pemimpin yang ideal. Kiai Salwa tidak mencalonkan tetapi dicalonkan oleh masyarakat Bondowoso. Lebih penting lagi, beliau tidak meninggalkan kebiasaannya yang senantiasa bermusyawarah meminta petuah kepada orang – orang yang bijaksana yaitu kepada guru – gurunya.

“Akhirnya setelah beliau meminta nasehat dan petunjuk dari guru – gurunya, lalu mendapatkan restu dan dukungan, maka Kiai Salwa semakin memantapkan niat untuk maju di Pilkada,” katanya.

Kiai Salwa tegas dan berani mengambil keputusan

Selain jujur dan amanah, Kiai Salwa juga tegas dalam mengambil sikap. Kalau ada yang menganggap Kiai Salwa tidak tegas itu hanya persepsi segelintir orang saja. Tidak benar jika seperti itu.

Tidak tegas itu persepsi mereka, terbukti Kiai Salwa berani ikut dalam kontestasi Pilkada 2018 bersaing dengan calon lain yang didukung dengan banyak partai.

Bahkan sudah menjadi rahasia umum kalau gerakan sebelah sudah jauh dilakukan beberapa tahun lalu, ini menjadi tanda bahwa Kiai Salwa memiliki ketegasan sekaligus keberanian dalam mengambil sikap.

“Saya yakin kalau selain Kiai Salwa pastinya akan berhitung jika mau melawan kekuatan sebelah. Tampilnya Kiai Salwa ini menjadi bukti bahwa Kiai adalah sosok yang tegas dan berani dalam mengambil keputusan,” tambahnya.

Isu Wakil Bupati rasa Bupati itu tidak logis

KH Hasan menyatakan penggiringan opini tentang akan ada Wakil Bupati rasa Bupati itu sangat tidak logis.

KH Salwa Arifin dan H Irwan Bachtiar bergandengan

Penggiringan isu ini, menurutnya, merupakan bentuk kehawatiran melihat dukungan akar rumput yang kian mengalir deras, menguat, tanpa dibayar dan militan untuk terus bergerak mendukung pasangan SABAR.

Namanya wakil, tugasnya membantu Bupati, menjadi tidak logis kalau kemudian dihembuskan isu seperti itu. Munculnya isu ini tak lain akibat dari kekhawatiran berlebih dan secara tidak langsung mengakui kekuatan pasangan SABAR sangat diperhitungkan, sehingga ada isu yang mencoba memperkeruh suasana.

“Tidak logis, karena pengambil kebijakan itu Bupati, coba baca regulasinya,” ujar KH Hasan.

“Yang perlu diingat, kita sudah menyelami sikap dan sifat Irwan Bachtiar. Beliau itu sama sekali tidak memiliki kamus dalam hatinya bahwa Wakil Bupati rasa Bupati. Kita sangat intens komunikasi dengan mas Irwan. Bahwa sebelum menentukan pilihan kepada Irwan Bachtiar, kita sudah konsultasi dengan para masyaikh,” tukasnya. (Gho)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here